Helo Indonesia

Cek Sejarahnya, Ini Alasan Mengapa Orang Betawi Asli Percaya Pada Dukun

Kamis, 26 Desember 2024 21:18
    Bagikan  
Jamu Betawi
Foto: tangkapan layar

Jamu Betawi - Rempah-rempah khas Betawi yang menjadi bahan untuk pembuatan Bir Pletok.

HELOINDONESIA.COM -Siapa yang nggak kenal Suku Betawi. Betawi itu sangat legendaris. Kenapa? Karena Betawi itu jaman dulu dikenal seluruh dunia dengan pelabuhannya.

Setelah disebut dengan nama Sunda Kelapa, oleh VOC dinamakan Batavia. Dengan logat lokalnya sehingga kini menjadi Betawi.

"Banyak orang dari berbagai negara yang mampir, singgah bahkan menetap di Batavia. Sehingga nama Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, sudah kita kenal sejak zaman dahulu," papar Assesor di LSP Tirta Nirwana, Yoyoh Rohmah Tambera seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Kamis (26/12/2024).

Karena banyaknya pendatang, lanjut Yoyoh, sehingga terjadilah asimilasi. Jadi kebudayaan Betawi yang asli sebetulnya sudah sangat bercampur, menyatu dengan para pendatang dari negara-negara lain ke nusantara melalui Pelabuhan Sunda Kelapa dulu," ujar Yoyoh.

Baca juga: Sinopsis Panggonan Wingit 2: Miss K, Film Horor Cinta Laura Berbahasa Jawa


Hal tersebut, menurutnya bisa dilihat dari baju pengantin Betawi misalnya. Ternyata baju pengantin adat Betawi merupakan campuran dari etnis Tionghoa.

"Baju pengantinnya kita sebut kebaya encim.Jadi memang Betawi itu sangat terbuka dan tergambar dari falsafah kehidupannya. Orang Betawi itu sangat religius, sederhana, egaliter dan humoris," paparnya.

Tak hanya itu, imbuh Yoyoh, orang Betawi sangat menjaga sopan santun. Sangat menghormati orang yang lebih tua. Mereka juga sangat menghormati tamu.

"Kalau dalam istilah Betawi "tetamu"
tentang orang-orang yang datang. Karena sifat itulah, orang Betawi banyak disenangi," terangnya.

Baca juga: Premier League 2024-2025 (Boxing Day) : Wolves vs Manchester United, Dimulai Pukul 00.30 WIB dini hari

Sayangnya, kata pendiri Indonesia Wellness Spa Association (IWSPA) ini terkadang ada orang Betawi yang "ngaplak". Sehingga membuat generasi muda menganggap nggak mau disebut menjadi orang Betawi.

"Karena dianggap, ah ngablak, ah norak, gak sopan dan lain sebagainya. Mudah-mudahan dari sekarang sampai seterusnya generasi muda bisa memahami sikap hidup sebetulnya orang Betawi itu aslinya," papar Yoyoh.

Terkait dengan perawatan kesehatan, Yoyoh menuturkan kalau Betawi memiliki budaya kesehatan dan kebugaran. Di antaranya ada Tangas Betawi, Pulen Legit dan sebagainya

Pada zaman dahulu di Betawi sudah dikenal perawatan tubuh. Tetapi belum ada dokter. Ketika itu mereka mengenal dengan dukun-dukun atau "orang pintar".

Baca juga: Cara Memakai Google Maps Offline Tanpa Internet Agar Hemat Kuota

Sekarang dukun itu konotatif. Kesannya magic. Padahal dulu zaman dahulu kala, dukun itu memang orang-orang pintar, orang-orang yang taat ibadahnya dan lain-lain.

"Jadi tidak seperti sekarang. Kalau sekarang dukun itu konotatif. Apa namanya, cinta ditolak dukun bertindak. Disebut dukun cinta," seloroh Yoyoh.

Padahal, sambungnya, di Betawi dulu sampe sekarang ada yang namanya dukun beranak yang membantu melahirkan, ada dukun pengobatan yang memang ahli dalam pengobatan.

"Apakah itu jamu-jamuan. Apakah itu berupa perawatan dan lain sebagainya. Jadi dukun dalam kata Betawi jaman dulu adalah orang yang ahli, maka disebut "orang pintar"," tegasnya.

Baca juga: Irwansyah, Pelatih Tunggal Putra Indonesia, Menerima Tawaran Melatih di India

Yoyoh menceritakan ketika pihaknya mengadakan penelitian perawatan kesehatan Betawi dengan melibatkan Lembaga Kebudayaan Betawi.

"Di mana LKB yang saat itu dipimpin Haji Atang, mengumpulkan dukun dari berbagai daerah di Jakarta. Nah ketika itu kita mempelajari apa sih sebetulnya perawatan Betawi ini," ucapnya.

Karena mereka (para dukun) ini sangat religius maka setiap tindakan itu selalu disertai doa.

"Jadi sebelum melakukan perawatan berdoa dulu. Mengakhiri perawatan, berdoa lagi. Jadi memang berbeda sekali dalam arti konotasinya itu," tandasnya.