SOLO, HELOINDONESIA.COM - Para tokoh sepakbola di Kabupaten/Kota berharap ada perubahan signifikan dalam tata kelola organisasi Asprov PSSI Jateng usai kongres pemilihan ketua yang bakal digelar di Metro Park View Hotel, Semarang, 20 Desember 2025 mendatang.
Curhatan mereka disampaikan saat bertemu calon ketua Asprov PSSI Jateng Kairul Anwar dalam silaturahmi di Solo, baru-baru ini.
Baca juga: Rektor USM Supari saat membuka kegiatan Musker Orma USM
Turut hadir beberapa pimpinan askab/askot se Solo Raya, diantaranya Askot PSSI Kota Surakarta, Askab PSSI Sragen, Askab PSSI Boyolali, Persebi Boyolali, AT Farmasi, Askab PSSI Sukoharjo, juga Exco PSSI Jateng Arya Surendra.
Diungkapkan Sekretaris Askab PSSI Sragen, Untung Darmadi, bahwa selama ini, tata kelola organisasi sepakbola Jawa Tengah itu bukannya membaik tetapi semakin buruk.
Untung menyebutkan, saat ini komunikasi antara Asprov PSSI Jateng dengan Askab/Askot semakin sulit. Setiap ada persoalan, selalu menunggu petunjuk, sehingga problematika yang mencuat tidak segera terselesaikan.
Belum lagi prestasi sepakbola Jawa Tengah juga terpuruk.Saat ini, katanya, adalah titik paling rendah dari prestasi sepakbola Jawa Tengah.
‘’Saat ini saja, kita tidak punya representasi wasit utama nasional yang andal di Liga 1. Padahal dulu kita setidaknya punya beberapa,’’ kata Untung.
Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Pagi Ini Ngobrol Bareng Warga Jateng di TMII
Apa yang disampaikan oleh Untung cukup beralasan, saat ini Jawa tengah tidak memiliki wasit utama yang bertugas di Liga 1 atau Super League.
Padahal sebelum ini, Jawa Tengah memiliki segudang wasit utama di Liga 1 seperti Alil Rinenggo (Semarang), Suprihatin (Magelang), Adi Riyanto (Kendal), Maulana Nugraha (Semarang), Fajar Sigit (Banjarnegara), Dwi Purba Wicaksana (Kudus) dll.
‘’Bukan hanya itu, pada Kompetisi Liga 4 di Jawa Tengah juga perlu dievaluasi. Wasit-wasit kami yang bertugas honornya juga sering terlambat. Padahal mereka bertugas meninggalkan keluarga, dengan harapan pulang membawa uang,’’ katanya.
Uang Kompetisi Tinggi
Sementara itu April Triyanto dari Sukoharjo yang menyoroti tingginya uang pendaftaran Kompetisi di PSSI Jateng, terlebih untuk kompetisi kelompok umur seperti Piala Suratin.
‘’Beban klub suratin sebenarnya sudah berat, ini ditambah dengan pendaftaran yang sangat memberatkan. Sudah begitu, kami hanya bertanding dua tiga kali jika gagal ke babak selanjutnya,’’ katanya. Padahal, imbuhnya, persiapannya cukup panjang.
Baca juga: Winarti Gantikan Sudin Pimpin PDIP Lampung 2025-2030
Untuk itu, mereka sepakat, meminta Kairul untuk memperbaiki tata kelola ini jika nanti menjadi Ketua Asprov PSSI Jateng yang baru.
Menanggapi hal itu, Kairul menampung semua curhatan. Kairul menanggapi, apa yang para insan sepakbola Jawa Tengah itu sampaikan adalah buntut kegelisahan melihat kondisi sepakbola Jawa tengah saat ini.
‘’Ini sejalan dengan program-program saya, yaitu memperbaiki tata kelola organisasi, lalu peningkatan SDM termasuk wasit Jawa tengah yang tidak ada di kompetisi kasta tertinggi, juga menggelar kompetisi yang terjangkau oleh klub,’’ katanya.
‘’Termasuk, kami juga akan tekankan kepada semua member agar kompetisi nanti berjalan fair play dan tidak ada lagi main-main,'' tegasnya. (Aji)
