Helo Indonesia

Horor Tendangan Kungfu di Piala Soeratin U-17 Pati: Pemain BJL 2000 Dilarikan ke RS, PSSI Jateng Mengutuk Keras!

1 jam 11 menit lalu
    Bagikan  
Horor Tendangan Kungfu di Piala Soeratin U-17 Pati: Pemain BJL 2000 Dilarikan ke RS, PSSI Jateng Mengutuk Keras!

Kericuhan antara pemain BJL 2000 dan Universitas Safin Pati di Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah. Foto: IG

PATI, HELOINDONESIA.COM - Panggung pembinaan sepak bola usia muda Jawa Tengah mendadak dicoreng aksi brutal. Laga sengit Piala Soeratin U-17 Zona Jawa Tengah yang mempertemukan Universitas Safin Pati U-17 melawan BJL 2000 U-17 berubah menjadi mimpi buruk usai diwarnai insiden kekerasan di atas lapangan hijau.

Peristiwa kelam tersebut meletus saat kedua tim berlaga di Stadion Gelora Soekarno Mojoagung, Pati, Senin (27/7/2026). Dalam pertandingan tersebut, salah satu pemain Universitas Safin Pati melancarkan aksi nekat berupa tendangan "kungfu" yang mendarat telak di tubuh pemain BJL 2000, Rama Jangkar.

Aksi berbahaya itu langsung membuat benturan tak terhindarkan. Rama Jangkar terkapar dan harus segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

Baca juga: Tanpa Rasa Sakit, Tanpa Downtime, Glow and Go Infusion Hasilkan Kilau Wajah Alami

Dampak dari manuver brutal tersebut berujung fatal bagi masa depan sang pemain muda. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rama Jangkar menderita luka berat berupa robek otot ligamen serta dislokasi. Kondisi kritis ini memaksanya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Aksi yang dinilai sangat mengancam keselamatan jiwa pemain tersebut langsung memicu gelombang kecaman publik dan sorotan tajam.

Kutuk Keras

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah selaku penyelenggara kompetisi tak tinggal diam. Induk organisasi sepak bola di Jawa Tengah tersebut menyuarakan kekecewaan mendalam atas insiden yang mencoreng nilai-nilai sportivitas tersebut.

"PSSI Jateng sangat prihatin, menyayangkan, dan mengutuk keras kericuhan dalam pertandingan Piala Soeratin U-17 Zona Jawa Tengah antara Universitas Safin Pati U-17 melawan BJL 2000 U-17 di Gelora Soekarno Mojoagung Pati," tegas Direktur Kompetisi PSSI Jawa Tengah, Setyo Agung Nugroho, Selasa 28 Juli 2026.

Agung menekankan, tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun sama sekali tidak dapat ditoleransi. Terlebih, ajang Piala Soeratin U-17 dirancang sebagai kawah candradimuka untuk menggembleng karakter, mentalitas, serta bakat-bakat muda calon penerus tim nasional.

Saat ini, Asprov PSSI Jawa Tengah bergerak cepat mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Pihaknya tengah menunggu berkas laporan resmi dari perangkat pertandingan yang bertugas sebagai pijakan hukum untuk menjatuhkan sanksi tegas.

Baca juga: FH Unpad Teliti Penerapan AI di Peradilan, Badilum Beberkan Inovasinya

Agung menegaskan bahwa penentuan nasib dan hukuman bagi pelaku serta pihak terkait sepenuhnya berada di tangan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

"Kalau sanksi nanti Komdis yang memutuskan berdasarkan data, fakta, dan laporan dari perangkat pertandingan," ujar Agung mantap.

Ia menambahkan, PSSI Jateng berkomitmen penuh menjaga integritas kompetisi kelompok umur demi menyelamatkan fondasi masa depan sepak bola Indonesia. Seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga jajaran ofisial diimbau untuk menahan diri dan selalu menjunjung tinggi fair play.

"Kami mengimbau agar semua elemen tim mematuhi regulasi dan menjunjung tinggi sportivitas. Semoga kejadian kelam seperti ini tidak terulang kembali," pungkasnya. (Aji)