SPANYOL ? Orang akan memprediksi bahwa Real Madrid yang akan lolos ke babak perempat final atau 8 besar Liga Champions, saat menghadapi Liverpool di leg kedua, di Estadio Santiago Bernabeu, KIamis dini hari ini.
Ya, itu logis, karena, ibaratnya satu kaki Real Madrid melangkah ke perempat final Liga Champions setelah meraih kemenangan comeback 5-2 melawan Liverpool di Anfield tiga pekan lalu.
Bahkan Jurgen Klopp mengakui bahwa Liverpool tidak memiliki peluang untuk lolos.
Namuin, Real Madrid pernah mengalami sejarah pahit, sudah unggul di leg pertama, tapi terpeleset kalah, bahkan ada kejagian yang membuatnya gagal lolos ke babak berikutnya secara tragis.
Maka, meski kini sudah unggul 5-2 atas Liverpool, Real Madrid diperingatkan tentang sejarah masa lalunya, pengalaman pahit masa lalu, di antaranya bikin gagal lolos.
Fakta berikut ini kita melihat beberapa peringatan dari masa lalu Real Madrid di Eropa.
Melawan Odense (Piala UEFA 1994/95
Melongok kembali pada musim 1994/95, Real Madrid membuat perubahan besar dalam upaya mereka untuk mengakhiri dominasi Barcelona, ??ketika presiden Ramon Mendoza memikat Michael Laudrup ke Madrid dan merekrut orang lain seperti Emilio Amavisca dan Fernando Redondo, dengan Jorge Valdano mempromosikan Raul Gonzalez dari cadangan.
Setelah mengalahkan Sporting CP besutan Luis Figo dan Dynamo Moscow di Piala UEFA, Real Madrid meraih kemenangan 3-2 di laga tandang melawan tim Denmark Odense.
Leg kedua di Estadio Santiago Bernabeu adalah mimpi buruk, dengan penjaga gawang Lars Hoegh yang kokoh berada di antara tiang gawang.
Pedersen mengubah peluang pertama Odense menjadi gol di menit ke-20 dan Bisgaard mencetak gol kedua di menit ke-90.
Kejadian ini membuat Real Madrid tidak punya waktu untuk bereaksi dan membawa mereka ke kegagalan Eropa lainnya. Namun demikian, tim bangkit kembali dan akhirnya memenangkan gelar liga.
Melawan Schalke (Liga Champions 2014/15)
Banyak yang telah berubah di Real Madrid pada musim 2014/15. Tim tersebut telah memenangkan tiga gelar Liga Champions, termasuk di musim 2013/14.
Los Blancos juga menjadi salah satu favorit juara edisi 2014/15. Setelah lolos dari babak penyisihan grup, mereka menghadapi Schalke, yang mereka kalahkan 2-0 di laga tandang.
Christian Fuchs memberi Schalke keunggulan di Spanyol, tetapi Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema masing-masing mencetak satu gol untuk membalikkan keadaan. Namun, tim Jerman tidak menyerah dan mencetak tiga gol untuk meraih kemenangan 4-3, yang membuat Real Madrid lolos ke perempat final.
Melawan Ajax (Liga Champions 2018/19)
Di musim 2018/19, Real Madrid mencoba bangkit kembali pasca kepergian Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo. Mereka memuncaki grup Liga Champions mereka dan mengamankan keunggulan kandang melawan Ajax yang secara teoritis lebih rendah di babak 16 besar.
Memang, Los Blancos meraih kemenangan 2-1 di Amsterdam, di mana Sergio Ramos mengaku sengaja menerima kartu kuning agar bisa tampil di babak perempat final.
Namun, Ajax berhasil meraih kemenangan besar 4-1 di Spanyol dan menyingkirkan Real Madrid dari turnamen untuk pertama kalinya sejak 2015. Pengalaman pahit buat Real Madrid.
Melawan Chelsea (Liga Champions 2021/22)
Tahun lalu, Real Madrid mencatatkan beberapa comeback impresif di leg kedua di kandang sendiri. Namun, mereka nyaris tersingkir di tangan Chelsea, yang mereka kalahkan 3-1 di Inggris pada leg pertama perempat final.
The Blues bermain bagus di ibu kota Spanyol dan unggul tiga gol dengan 15 menit tersisa. Namun, Rodrygo Goes menyamakan kedudukan untuk mengirim pertandingan ke perpanjangan waktu, di mana Benzema mencetak gol kedua untuk memastikan lolos ke semifinal. (*)
(A Winoto)
