TEMANGGUNG, HELOINDONESIA.COM - Keindahan wisata alam di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tak ada seorang pun yang meragukannya. Kepingan-kepingan pesona surgawi seperti berserakan di wilayah yang secara histori menjadi titik pusat peradaban Mataram Kuno yang melahirkan keturunan raja-raja Jawa ini.
Salah satu destinasi wisata alam Temanggung yang tetap ngehits dan menjadi tempat favorit generasi milenial bahkan Gen Z adalah Desa Wisata Muncar Moncer di Desa Muncar, Kecamatan Gemawang.
Baca juga: Konsul Jenderal Xu Hong Sumbangkan Buku untuk Perpustakaan Cheng - MAJT
Maklum, di sini adalah sebuah Pemukiman Sunrise Dusun Blawong, yang dikenal sebagai "Korea van Java,". Di pagi hari saat mentari keluar dari peraduannya, tampak pancaran pesona pegunungan dan lembah menakjubkan menyelimuti desa seperti saat berada di Negeri Ginseng.
Muncar dimaknai sebagai cahaya, pesona, kedigdayaan, sedangkan Moncer yang berarti Kejayaan, Kesejahteraan, dan Kemakmuran. Maka harapan kesejahteraan digantungkan di desa eksotik tersebut.

Menurut Ketua Umum Muncar Moncer Himawan Yoga Amrullah, target utama pengembangan desa wisata ini yaitu meningkatkan ekonomi lokal dengan memaksimalkan potensi wisata alam dan budaya.
''Dengan berkembangnya sektor pariwisata, diharapkan juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar, serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal,'' kata Himawan kepada Heloindonesia.com, Kamis 24 Oktober 2024.
Baca juga: Advokat Demak Bersatu Dukung Edi - Eko di Pilkada 2024
Sejauh ini, kata dia, Muncar Moncer telah menciptakan dampak yang luas yaitu meningkatnya pendapatan masyarakat terutama bagi pelaku UMKM, penyedia akomodasi, pemandu wisata, dan jasa terkait lainnya.
Seperti dikutip dari Muncarmoncer.com, yang menjadi ikon wisata ini yaitu pemukiman dengan hamparan terasering persawahan ala ubud yang dikelilingi perbukitan melingkar. Dan saat ini sudah dibuat jembatan sawah dengan beberapa gazebo tanpa mengubah alih fungsi lahan persawahan.
Selain itu terdapat Air Terjun Curug Lawe setinggi 250 m dengan keunggulan hutan tropisnya. Kawasan hutan pinus dan Permukiman Sunrise Dusun Blawong yang sering disebut “Korea van java”. Sebuah pemukiman yang berada ditepi patahan lembah dengan jajaran bentangan pegunungan dan perbukitan, desa di atas kabut lembah.
Baca juga: Kendal Masih Aman dari Kasus Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa
Dalam upaya menunjang kebutuhan aktivitas, pihak pengelola membuat beberapa paket wisata yang bisa dikunjungi, diantaranya Sunrise Picnic at lembah Blawong, LunchPicnic at Curug Lawe Waterfall, dan Sunset picnic at Jembatan Sawah.
''Spot favorit di desa wisata kami adalah Jembatan Sawah, Curug Lawe, wisata edukasi kopi, memandikan sapi, dan Korea van Java. Namun, Korea van Java dan Jembatan Sawah sering kali menjadi pilihan utama wisatawan karena keindahan alam yang menakjubkan dan pengalaman unik yang ditawarkan,'' kata Yoko, panggilan akrab Himawan.
Kunjungan Meningkat
Yoko menyebut, tingkat kunjungan wisatawan ke Muncar Moncer cenderung meningkat dari tahun ke tahun, dengan mayoritas berasal dari wisatawan domestik, terutama dari wilayah Jawa Tengah. Ada juga beberapa wisatawan dari mancanegara, meskipun jumlahnya masih terbatas, biasanya berasal dari negara-negara Asia dan Eropa.
''Kami melibatkan sekitar 20-30 pegiat wisata lokal terlibat dalam pengelolaan Desa Wisata Muncar Moncer. Mereka bekerja dalam berbagai aspek, mulai dari pemandu wisata, pengelola fasilitas, hingga tenaga promosi,'' ujarnya sambil menyebut puncak kunjungan wisatawan biasanya terjadi saat libur sekolah, Lebaran, dan Tahun Baru.

Muncar Moncer, sambung Yoko, menyasar wisatawan dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, pasangan muda, hingga pelajar. Pengelola terus berinovasi dengan mengembangkan fasilitas wisata baru dan memperkenalkan event-event lokal untuk menarik lebih banyak pengunjung, serta memperkuat promosi digital melalui media sosial. (Aji)
