Helo Indonesia

Tawarkan Udara Segar dan Lanskap Perbukitan, Embung Cangkring Cocok untuk Healing

Minggu, 27 Oktober 2024 20:41
    Bagikan  
Tawarkan Udara Segar dan Lanskap Perbukitan, Embung Cangkring Cocok untuk Healing

Pesona agrowisata Embung Cangkring berlatar perbukitan dan kolam renang yang menjadi spot favorit. Foto: dok Arkananta

KEBUMEN, HELOINDONESIA.COM - Sebuah destinasi wisata buatan yang ramai dikunjungi wisatawan saat berlibur ke Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, adalah Desa Wisata Embung Cangkring. Tahun 2023 lalu, wisata berbasis alam ini mampu menembus 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan Kemenparekraf.

Embung Cangkring menyimpan keindahan panorama barisan bukit antara Wonosobo dan Kebumen yang termasuk dalam gugusan Geopark Karangsambung dan Karangbolong. Agrowisata yang berada di atas perbukitan dengan ketinggian 400-450 meter di atas permukaan air laut (Mdpl).

Baca juga: Pesona Pantai Mliwis, Keindahan Alam nan Eksotis di Kebumen

Perbukitan ini memanjang dari barat ke timur, berada di antara dua lembah yang dialiri dua sungai yaitu Sungai Luk Ulo di bagian utara dan Sungai Cangkring di bagian selatan.

embung2

Berkunjung ke wisata yang dikelola Pokdarwis Arkananta ini, wisatawan tidak hanya bisa menikmati bentang alam yang luas, namun juga diperlihatkan cara penduduk desa dalam bercocok tanam. Ada beberapa komoditas yang menjadi penopang perekonomian penduduk desa. Mayoritas petani menanam padi, jagung, pohon durian dan kencur.

Selain itu, wisatawan bisa berolahga dan saat awan cerah bisa menyaksikan sunset di sore hari. Keberadaan gardu pandang, dan kesegaran udara membuat Embung Cangkring menjadi lokasi healing bagi pekerja kantoran yang ingin melepas penat.

Baca juga: Pemkot Semarang Siap Geber Semarang 10K 2024, Diikuti 2.500 Pelari

Ketua Pokdarwis Arkananta, Imawan menjelaskan, Embung Cangkring memiliki daya tarik karena didukung dengan kondisi topografi Desa Cangkring yang berada di ketinggian sekitar 400-450mdpl. Wisata ini juga berada dalam bentang alam dataran tinggi yang berada di Kawasan penelitian Badan Riset Inovasi Indonesia (BRIN).

Target utama wisata ini, kata dia, adalah menjadi ekosistem ekonomi baru di Desa Cangkring yang berbasis pada pemanfaatan potensi wisata. Apalagi ditopang dengan lokasi yang cukup strategis dan lanskap alam yang cukup ciamik.

Ramah Keluarga

Embung Cangkring memiliki spot yang ramah keluarga, lingkungan dan anak-anak antara lain, Ruang Terbuka yang cukup luas, area parkir roda 4 dan roda 2 yang luas, aula/gedung pertemuan, beberapa gazebo, kolam renang, musala, kantin dan lain-lain

''Adanya wisata ini telah memberikan dampak ikutan yaitu, yaitu dijadikan sebagai ikon Desa Wisata Cangkring yang sangat signifikan. Selanjutnya mendorong keterbukaan masyarakat dalam mencari informasi. Kedua, tentu saja dampak ekonomi. Ketiga, kelestarian lingkungan, dengan adanya Embung Cangkring ini kelestarian lingkungan semakin terjaga, mengingat keterisian air/ketersediaan air di embung,'' kata Imawan kepada Heloindonesia.com, Minggu 27 Oktober 2024.

Baca juga: Lembah Tidar Jadi Saksi Bisikan Hati Para Menteri Membangun Negeri

Dampak positif lainnya, adalah pemanfaatan lahan tidak produktif, yang awalnya masyarakat kesulitan mengelola lahan yang kurang produktif tersebut, namun setelah adanya embung Cangkring masyarakat semakin kreatif, mengingat terciptanya pelibatan masyarakat.

embung3

Adanya wisata ini mendorong pengelola membuat Paket Wisata, misal paket Perawatan Durian Montong, penanaman jagung, pertanian kencur.

Ditandaskan dia, pegiat Desa Wisata Cangkring meliputi unsur pemerintah desa, BPD, karang taruna, dan persone aktif yang berjumlah tujuh orang.

Dia bersyukur tingkat kunjungan wisatawan rata-rata 18.000 kunjungan pertahunnya. Para tamu masih didominasi warga lokal seperti daerah Kebumen, Banjarnegara, Purworejo dan Wonosobo.

''Wisata ini mengalami high season pada hari raya besar nasional seperti Idul Fitri, Idul Adha, Imlek, Natal, Tahun Baru, dan libur sekolah. Spot favorit para wisatawan utamanya yaitu kolam renang dan kebun durian,'' pungkasnya. (Aji)