Helo Indonesia

Gandeng Komunitas Anak Dakon, Fomjat & Fanjat Kampanyekan Hidup Sehat dan Stop Pernikahan Dini

1 jam 45 menit lalu
    Bagikan  
Gandeng Komunitas Anak Dakon, Fomjat & Fanjat Kampanyekan Hidup Sehat dan Stop Pernikahan Dini

Aktifis Fomjat dan Fanjat bersama Komunitas Anak Dakon berpose bersama

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Menjelang peringatan Hari Kartini 2026, atmosfer edukasi dan pelayanan terasa di GBI Gajah Mada Semarang. Dua motor penggerak aspirasi muda—Forum MPK Jawa Tengah (Fomjat) dan Forum Anak Jawa Tengah (Fanjat)—berkolaborasi melahirkan aksi nyata bertajuk “Jendela Dunia Kartini: Berani Belajar Untuk Meraih Mimpi”, Sabtu 18 April 2026.

Aksi kolaboratif ini menyasar Komunitas Anak Dakon, sebuah wadah di bawah asuhan Toto Pujianto yang dikenal unik karena konsisten membangun karakter anak melalui filosofi permainan tradisional.

Baca juga: Reuni Rasa Pesta: Cara Unik Alumni SMPN 5 Semarang Angkatan 77 Jaga Silaturahmi

Kegiatan tersebut juga merupakan salah satu bentuk pelayanan anak dibawah naungan Departemen Pastoral Bidang Pelayanan Anak yang berfokus pada pembentukan karakter dan moral serta pengajaran rohani anak melalui pendekatan yang kreatif, seringkali dikaitkan dengan pelestarian budaya tradisional seperti permainan tradisional dakon yang efektif untuk membangun karakter, interaksi sosial, dan keterampilan motorik anak.

Pada kesempatan tersebut anggota Fomjat dan Fanjat mengajak adik-adik Komunitas Anak Dakon yang usia sekolah PAUD dan SD melakukan Fun Game yang seru dan edukatif. Sementara dengan kelompok usia sekolah SMP dan SMA diberikan edukasi tentang pentingnya pengembangan potensi diri dalam meraih cita-cita. Yang dilanjutkan dengan menuliskan harapan dan cita-cita di pohon harapan.

Prof Dr Heny Hartono selaku Ketua Departemen Pastoral GBI Gama memberikan apresiasi kepada Fomjat dan Fanjat yang telah berbagi pengetahuan dan juga motivasi kepada Komunitas Anak Dakon.
Menurutnya, meski masih duduk di bangku SMA, mereka sudah mampu berperan sebagai duta Advokasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (A-KIE) yang mumpuni.

"Anak-anak sasaran (SMP/SMA) kini lebih paham cara hidup sehat, menjauhi NAPZA, menghindari seks bebas, hingga memahami pentingnya menunda usia perkawinan demi pendidikan. Ini sangat positif dan harus berlanjut!," tegas Prof Heny.

Baca juga: Masjid Kampus Siaga Bencana, Gebrakan AMKI Jateng Hadapi Kerawanan Wilayah

Ketua 1 Fomjat sekaligus Bendahara Fanjat, Diajeng Ayu Puspita, menegaskan bahwa keberhasilan acara ini adalah buah dari kerja kolektif. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pdt Dr Natanael S. Prajogo (Pimpinan GBI Gama) dan dukungan penuh dari Krisseptiana SH MH (Tia Hendi), anggota Komisi E DPRD Jateng.

"Kami ingin terus bergerak bersama. Misinya jelas: membangun Generasi Emas Indonesia yang berkualitas dan beradab. Prinsip kami sederhana, diberkati untuk saling memberkati," ujar Diajeng penuh semangat.

Acara ditutup dengan pembagian goodie bag, pin serta donasi buku dan alat tulis kepada Komunitas Anak Dakon. (Aji)