KEBUMEN, HELOINDONESIA.COM - Objek Wisata Goa Jatijajar, yang berada di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah hadir dengan konsep baru yang lebih menarik. Perombakan kawasan wisata ini menjadikannya destinasi tersebut tepat untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga.
Harga tiket masuk wisata ini adalah Rp 15.500 di hari biasa, dan Rp 20.500 di hari libur.
Goa Jatijajar menjadi salah satu geologi site yang ada di Geopark Kebumen. Goa ini memiliki daya tarik yang eksotis selain nilai geologi termasuk adanya stalaktit, stalagmit, dan pilar. Gua ini juga memiliki nilai historis yang menarik.
Baca juga: 6 Destinasi Wisata Temanggung yang Populer, Nikmati Keindahan Sunrise di Posong
Seperti dikutip dari goajatijajar.com, wisata ini menawarkan Wisata Sejuta Pesona dan pengalaman liburan yang menyenangkan sekaligus edukatif. Saat berkunjung ke goa tersebut, wisatawan akan menyaksikan berbagai keindahan di perut bumi.
Direktur Objek Wisata Goa Jatijajar, Muhksinun, menandaskan, pembaruan ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan daya tarik lebih bagi pengunjung.
“Kami terus berupaya meningkatkan fasilitas dan mempercantik area sekitar Goa Jatijajar agar wisatawan merasa lebih nyaman dan betah berlama-lama di sini,” ujarnya dalam laman tersebut, beberapa waktu lalu.
Salah satu daya tarik utama adalah penataan area sekitar goa yang kini dilengkapi dengan taman tematik dan spot-spot foto Instagramable. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan wisatawan muda dan keluarga.
Tak hanya menawarkan keindahan alam di dalam goa, pengelola juga memperkenalkan berbagai aktivitas edukatif seperti sejarah terbentuknya Goa Jatijajar dan legenda Raden Kamandaka yang konon bersembunyi di dalam goa tersebut.
Sejarah dan Mitos
Sejarah dan mitos yang melekat pada goa ini menjadi pelengkap menarik bagi pengunjung yang ingin mengetahui lebih dalam kisah di balik keindahan alamnya. Hal ini sesuai dengan visi yaitu menyediakan Edukasi dan Hiburan yaitu menyajikan konten wisata edukatif yang berhubungan dengan sejarah, mitologi, dan keunikan Goa Jatijajar, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan dan atraksi budaya yang menghibur dan mendidik.
Baca juga: Kauman Batik Art Fest 2024 jadi Ruang Kreasi Seluruh Lapisan Masyarakat
Berdasarkan cerita turun temurun, goal ini ditemukan pada tahun 1802 oleh seorang petani setempat yang secara tidak sengaja menemukan pintu masuk goa saat menggali tanah. Sejak saat itu, Goa Jatijajar menjadi daya tarik utama di Kebumen, terutama karena hubungannya dengan cerita rakyat Raden Kamandaka atau Lutung Kasarung, yang konon pernah bertapa di dalamnya.
“Kami ingin menjadikan Goa Jatijajar sebagai destinasi wisata unggulan di Kebumen yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga edukasi sejarah. Kami berharap wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di tempat ini,” ujar Muhsinun.
Tak hanya wisatawan lokal, Goa Jatijajar juga menjadi magnet bagi turis mancanegara yang tertarik dengan sejarah dan budaya Jawa. (Aji)
