Helo Indonesia

Kota Lama Jadi Magnet Wisata Utama Lebaran, Wali Kota Siapkan Revitalisasi Lanjutan

Sabtu, 28 Maret 2026 07:40
    Bagikan  
Kota Lama Jadi Magnet Wisata Utama Lebaran, Wali Kota Siapkan Revitalisasi Lanjutan

Wisata Kota Lama Semarang yang diserbu ratusan ribu wisatawan selama libur Lebaran 2026

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pesona Kota Lama Semarang benar-benar tak terbendung. Kawasan berjuluk Little Netherland ini resmi mengukuhkan diri sebagai "raja" destinasi wisata di Jawa Tengah selama libur Lebaran 2026 (Idul Fitri 1447 H). Bukan sekadar ramai, kawasan bersejarah ini sukses menyedot ratusan ribu pasang mata, melampaui ekspektasi pertumbuhan pariwisata regional.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkapkan data yang mencengangkan. Sejak H-7 hingga H+4 Lebaran (13–25 Maret 2026), gelombang wisatawan domestik yang menyerbu Semarang, khususnya Kota Lama, menyentuh angka fantastis: 222.856 jiwa.

Baca juga: BPKN RI Apresiasi Langkah Tegas KPPU Bongkar Kartel Pinjol, Ferry: Picu Penderitaan Sosial

Menurut dia, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatat 178.683 kunjungan, terjadi lonjakan tajam sebesar 24,72 persen.

"Pertumbuhan ini adalah bukti konkret bahwa Semarang bukan lagi sekadar kota transit. Kita telah bertransformasi sepenuhnya menjadi kota destinasi pariwisata utama dengan volume kunjungan tertinggi," tegas Agustina dalam keterangannya Jumat 27 Maret 2026.

Validasi keberhasilan ini juga terlihat dari tingkat hunian kamar hotel atau okupansi yang mencapai puncaknya di angka 95,53 persen pada hari ke dua Lebaran. Ditambahkannya, data tersebut menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya datang untuk melintas, tetapi benar-benar memilih untuk menetap dan menikmati suasana ibu kota Jawa Tengah.

Meskipun mencatatkan hasil positif, Agustina mengakui bahwa antusiasme luar biasa ini membawa sejumlah catatan evaluatif bagi Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang.

"Kami menyadari masih ada kepadatan arus pengunjung dan kendala parkir di titik-titik tertentu, terutama di kawasan Kota Lama. Ini menjadi fokus evaluasi kami agar ke depan distribusi wisata lebih merata. Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian serius bagi kami untuk memperketat SOP mitigasi bencana dan penyediaan fasilitas peneduh (shelter) yang lebih memadai di objek wisata outdoor," lanjutnya.


Jaga dan Revitalisasi
Pasca-Lebaran, Pemkot Semarang berkomitmen menjaga momentum kunjungan agar tetap stabil melalui penguatan destinasi unggulan dan penyelenggaraan kalender event yang lebih beragam.

Baca juga: Ritual di Bukit Jabal, Syawalan Kaliwungu Jadi Simbol Penghormatan untuk Sang Guru

Strategi ke depan mencakup revitalisasi kawasan serta peningkatan kualitas pengalaman wisata atau experience-based tourism melalui festival kuliner dan atraksi rutin berbasis komunitas.

Wali Kota juga menekankan bahwa keberlanjutan sektor pariwisata ini menuntut sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas. Menurutnya, penguatan objek wisata serta infrastruktur yang mumpuni tidak akan berarti banyak tanpa keramahan dan kualitas pelayanan yang prima dari seluruh elemen kota.

"Terima kasih kepada seluruh warga kota Semarang yang telah menjadi tuan rumah yang ramah dan suportif selama masa liburan ini. Kepada para pelaku wisata, saya berpesan agar tetap konsisten menerapkan Sapta Pesona dan terus meningkatkan kualitas pelayanan. Kita harus tetap adaptif terhadap tren agar citra positif pariwisata Semarang terus terjaga," pungkasnya. (Aji)