BANJARNEGARA, HELOINDONESIA.COM - Kabupaten Banjarnegara di Jawa Tengah, memiliki segudang pesona wisata dengan kekayaan alamnya yang unik dan memukau. Mayoritas wilayah Banjarnegara ini didominasi zona perbukitan dan pegunungan tua.
Berada di kawasan perbukitan dengan seabrek daya pikatnya, mendorong masyarakat untuk tangguh dan mengasah kreativitas. Dan, ketangguhan dan kreativitas cara pandang ini dapat kita jumpai di Desa Wisata Dawuhan, yang letaknya tidak begitu jauh dari Wisata Dieng.
Baca juga: Tawarkan Udara Segar dan Lanskap Perbukitan, Embung Cangkring Cocok untuk Healing
Desa Wisata Dawuhan di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara ini berada di ketinggian 800-1.000 mdpl dibatasi Kali Penaraban dan letaknya di bawah lereng tiga gunung, meliputi Gunung Gajah, Gunung Wangi, dan Gunung Kendil. Luas wilayah desa ini sekitar 190,36 hektar dengan jumlah populasi penduduk mencapai 2.111 jiwa.
Namun siapa sangka, di balik eksotika alamnya, desa ini mulanya masuk sebagai salah satu desa miskin di antara 17 desa di Kecamatan Wanayasa. Ditambah lagi, desa ini juga rawan bencana tanah langsor yang cukup tinggi.
Justru berawal dari kerentanan yang ada, sebelum menjadi desa wisata, desa ini telah menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana) pertama di Kabupaten Banjarnegara.
‘’Berkat keuletan dari para relawan dan pemerintah desa, desa ini mampu menjelma menjadi Desa Wisata. Untuk itulah tagline desa wisata ini adalah “dari kerentanan menjadi ketangguhan menuju kesejahteraan warga”, ungkap Adi Rusprianto, pengelola admin dan promosi Pokdarwis Penaraban kepada Heloindonesia.com, Senin 28 Oktober 2024.
Dipaparkan Adi, inspirasi dan semangat tagline inilah yang pengelola unggulkan dalam potensi desa wisata ini. Mencoba bangkit dan membuat inovasi-inovasi agar warga desa dapat berkembang dan Sejahtera. Muaranya tentu ada investor yang tertarik turut mengembangkannya.
Spot yang Ada
Apa saja spot yang ditawarkan Dawuhan. Wisata yang beroperasi sejak 2019 itu memadukan unsur alam berupa air, jenis permainan, dan kuliner.
Maka dari itu, pengunjung akan disambut berbagai wahana air seperti kolam renang dalam dan dangkal, water park, air terjun rumah hobit, arena bermain, gazebo atas, gazebo mini, camping ground, kios mainan tradisional, Omah Koin beserta Pasar Rengrang, panggung besar Rengrang, gazebo pinggir kali, hingga area tubing atau meluncur bebas di sungai dengan ban.
Bagi yang menyukai wisata air, jkhawatir, tim resque Wisata Dawuhan siap siaga setiap saat untuk memantau keselamatan pengunjung.
‘’Kurang lebih ada 80 warga yang terlibat mulai pegawai yang mengelola destinasi wisata Dawuhan, tim keselamatan, sampai yang ibu-ibu yang mengelola Pasar Rengrang di hari Minggu-nya. Di pasar ini tersedia aneka menu tradisional yang bisa dinikmati pengunjung sembil menyaksikan panorama Dawuhan,’’ bebernya.
Sebenarnya Dawuhan mampu bersaing bersama desa wisata lainnya di Jateng. Terbukti mampu menembus 500 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang digelar Kemenparekraf. Desa ini mampu ‘’berbicara’’ di Gelar Desa Wisata Jateng 2022 dengan menyabet juara harapan 2 yang diadakan Disporapar Jateng.
Tingkat Kunjungan
Menurut Adi, tingkat kunjungan ke Dawuhan setiap tahun grafiknya naik secara signifikan. Pada tahun pertama berdiri baru 26.777 wisatawa, selanjutnya naik tiap tahun menjadi 27.930, 32.561, 52.733 dan tahun 2023 sudah sampai 59.243 pengunjung.
Berbagai inovasi intens dilakukan pengelelola guna mengangkat daya pikat wisata hingga wisatawan tertarik untuk datang. Salah satunya dengan membuat paket-paket edukasi yang sejauh in baru laku hanya paket outbond dan paket kelas renang. Ke depan kita akan berupaya agar paket edukasi kuliner tradisional ala Desa Dawuhan juga memiliki pasar yang baik.
Baca juga: Pesona Pantai Mliwis, Keindahan Alam nan Eksotis di Kebumen
Dia bersyukur, Dawuhan bisa memberikan efek sebagai daya ungkit perekonomian masyarakatnya. Misalnya, mampu membuka lapangan kerja untuk warga desa. Karena 95% pekerja di Desa Wisata ini merupakan warga penduduk setempat.
‘’Selain itu, Desa Wisata Dawuhan sudah berkomitmen agar seluruh biaya kematian warga desa ditanggung oleh pendapatan Desa Wisata Dawuhan ini.Dan terkadang kami pun juga mendukung kegiatan sosial warga dan kegiatan pemuda Desa sampai Pembangunan mushola untuk warga,’’ pungkasnya. (Aji)