Menyambut Liburan Nataru di Tengah Musim Hujan, Ini Arahan Diparta Demak

Rabu, 11 Desember 2024 19:11
Demak Green Garden (DeGeGa), salah satu DTW andalan Kabupaten Demak selain Masjid Agung Demak. Waterpark Boyolali Gajah, wahana wisata air andalan sederet Deswita. Foto: Jati

DEMAK, HELOINDONESIA.COM - Liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 telah ada di depan mata. Namun karena berlangsung di tengah musim hujan dengan intensitas cukup tinggi, Dinas Pariwisata (Dinparta) Kabupaten Demak memberikan sejumlah arahan. Tentunya demi keselamatan dan kenyamanan selama masa liburan.

Kepala Dinparta Kabupaten Demak Dra Endah Cahya Rini MM menuturkan, libur nataru dan sekolah adalah salah satu waktu paling penting mendukung pergerakan wisatawan. Tentunya ini menjadi momen yang menawarkan kesempatan besar bagi sektor pariwisata.

"Selain Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu yang merupakan ikon wisata religi Kabupaten Demak, sebenarnya kami mempunyai banyak Daya Tarik Wisata (DTW) lainnya. Namun karena bersamaan musim hujan yang cukup ekstrim menurut perkiraan BMKG, untuk liburan nataru kami lebih mengarahkan pada DTW yang ramah keluarga khususnya anak," ungkapnya, Rabu (11/12/2024).\

DTW yang ditawarkan untuk memenuhi keinginan wisatawan, khusunya anak-anak sekolah dan keluarga tersebut adalah Waterpark Tembalang Asri Desa Boyolali Kecamatan Gajah, Demak Green Garden (DeGeGa) di Kecamatan Mijen, serta wisata edukasi Tyto Alba di Tlogoweru Kecamatan Guntur.

"Selain itu ada pula Kampoeng Inggris di Desa Candisari Kecamatan Mranggen, Wisata Edukasi Membatik dan Melukis Deswita Mranak Wonosalam, serta Wisata Edukasi Mangrove Morodemak Bonang," imbuhnya.

Disebutkan pula, selain menerbitkan SE sebagai tindak lanjut terhadap Surat Edaran Sekda Pemprov Jateng Nomor 500.13/2771 tanggal 14 November 2024 tentang Kesiapan DTW dan Deswita di Jawa Tengah menghadapi Liburan Nataru, Dinparta Kabupaten Demak juga mengajak semua pengelola destinasi wisata agar menyiapkan diri dengan baik.

Termasuk melengkapi sarpras di lokasi wisata. Di samping pula intensif melakukan pengecekan keamanan dan kelaikan alat, ketersediaan petugas, serta SOP penanggulangan kecelakaan pada DTW yang memiliki wahana berisiko.

"Jika perlu berkoordinasi dengan BPBD terkait pemenuhan alat-alat keselamatan dan petugas penyelamat. Khususnya bagi DTW berbasis air yang belum memiliki personel atau petugas penyelamat," kata Endah Cahya Rini.

Lebih dari itu, para pengelola DTW dan Deswita, termasuk pujasera dan rest area dihimbau menerapkan Sapta Pesona serta Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). Yakni protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan, dalam rangka memberi jaminan keamanan dan keselamatan bagi wisatawan.

"Bersama Pokdarwis dan berkoordinasi aparat penegak hukum kami juga berupaya mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan. Seperti parkir liar, premanisme, hingga aksi ketok harga," terangnya.

Seiring dilaksanakannya arahan-arahan tersebut, optimis liburan nataru di Kabupaten Demak nyaman dan aman bagi semua wisatawan. Sehingga berimbas pada semakin maju berkambangnya DTW dan Deswita di Kita Wali. (Jati)



Berita Terkini