Helo Indonesia

Kadis KPTPH Tanggamus: Harga Pupuk Turun, Laporkan yang Jual di Atas HET ke 0800-100-8001

Herman Batin Mangku - Ekonomi -> Bisnis
Jumat, 24 Oktober 2025 21:43
    Bagikan  
--
HELO LAMPUNG

-- - Pupuk

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Senapas dengan semangat swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Kabupaten Tanggamus menegaskan kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen telah resmi berlaku sejak Rabu (22/10/2025).

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Kabupaten Tanggamus, Herimansyah, mengimbau petani agar aktif memantau harga di lapangan.

Baca juga: Petani Lampung Galau, Pemerintah Turunkan Harga Pupuk, Kelompok Tani Terlanjur Beli Mahal

Bila ditemukan distributor atau kios pengecer menjual pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), masyarakat diminta segera melapor ke Call Center PT Pupuk Indonesia di nomor 0800-100-8001 (bebas pulsa).

“Silakan hubungi layanan pelanggan PT Pupuk Indonesia jika menemukan penjualan pupuk di atas harga resmi. Pengawasan bersama akan membantu memastikan petani menerima manfaat kebijakan ini,” ujar Herimansyah kepada Helo Indonesia, Jumat (24/10/2025).

Adapun harga pupuk berdasarkan HET yang kini berlaku yakni:

Urea Rp1.800/kg
NPK Rp1.840/kg
NPK Kakao Rp2.640/kg
ZA Rp1.360/kg
Organik Rp640/kg

Dampak Bagi Petani Tanggamus

Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu lumbung pangan utama di wilayah selatan Provinsi Lampung, dengan luas lahan pertanian mencapai lebih dari 62 ribu hektare sawah dan ladang.

Komoditas unggulan daerah ini meliputi padi, jagung, kopi, dan kakao, dengan lebih dari 45 ribu petani tergabung dalam sekitar 1.200 kelompok tani yang tersebar di 20 kecamatan.

Selama ini, biaya pupuk menjadi salah satu komponen terbesar dalam struktur produksi pertanian di Tanggamus. Karena itu, kebijakan penurunan harga pupuk dinilai bisa meringankan beban petani, terutama menjelang musim tanam padi dan palawija akhir 2025.

“Kalau harga pupuk turun, tentu membantu kami untuk menambah luas tanam. Biasanya per hektare butuh modal besar hanya untuk pupuk,” kata Sutrisno, Ketua Kelompok Tani Mekar Sari di Kecamatan Pulau Panggung.

Namun demikian, sejumlah petani mengaku masih perlu sosialisasi lebih luas agar kebijakan ini benar-benar terasa di tingkat bawah. Mereka berharap pasokan pupuk bersubsidi juga diperkuat, sehingga tidak hanya harga yang turun, tapi ketersediaannya pun terjamin.

Kebijakan penurunan harga pupuk ini merupakan bagian dari program nasional ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian, yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam lima tahun ke depan.

Pemerintah menargetkan swasembada beras dan peningkatan produksi jagung nasional dapat tercapai melalui stabilisasi harga input pertanian seperti pupuk, benih, dan pestisida. (Rls/petani


 -