HELOINDONESIA.COM -Presiden Terpilih Prabowo Subianto berkomitmen untuk memberantas kemiskinan di Indonesia melalui berbagai langkah, termasuk mengoptimalkan hilirisasi sumber daya alam agar manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat.
"Saya telah menerima amanah dari rakyat Indonesia dengan tujuan utama menghapus kemiskinan dari negeri ini," kata Prabowo dalam pidatonya saat Konferensi Nasional Repnas di Jakarta, Senin.
Prabowo menegaskan, setelah menerima mandat sebagai presiden, ia bertekad melindungi dan mengamankan kekayaan Indonesia untuk kesejahteraan seluruh rakyat.
Baru paham
Baca juga: Alasan Kabinet Prabowo Banyak Diisi oleh Menteri Era Jokowi
Menurutnya, salah satu cara mengurangi kemiskinan di Indonesia adalah dengan mengembangkan hilirisasi sumber daya alam, sehingga kekayaan yang dimiliki negeri ini dapat diproses di dalam negeri.
Prabowo juga mengajak para anggota Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) untuk bersama-sama membangun ekonomi masa depan yang positif dan berkelanjutan.
Lho lho lho
Baca juga: Komisioner Bawaslu Surabaya Diduga Lakukan Tindak Asusila
Ia menekankan bahwa kekayaan Indonesia harus dikelola dengan baik dan memerlukan kerja sama yang kuat untuk menjamin kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat. "Tidak boleh ada lagi kemiskinan di Indonesia," tegas Prabowo dalam pidato video tersebut.
Sementara itu, Ketua Repnas Anggawira mengungkapkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah dalam lima tahun ke depan untuk membantu menciptakan lapangan kerja.
Anggawira juga menyatakan bahwa Repnas berkomitmen untuk memperkuat perekonomian daerah dan mendukung pemerintah dalam mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
"Dalam lima tahun mendatang, di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, Repnas akan terus memperkuat peran pengusaha muda dalam menciptakan lapangan pekerjaan, mengembangkan ekonomi daerah, serta mewujudkan kemandirian Indonesia dalam pangan dan energi," jelasnya.
Perlu diketahui, angka kemiskinan ekstrem di Indonesia telah turun drastis dari 4 persen menjadi 0,8 persen dalam sepuluh tahun terakhir.
Namun, Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan bahwa angka pasti penurunan kemiskinan ekstrem tersebut masih menunggu hasil survei pada September 2024. "Kita menunggu hasil survei pada September nanti. Angkanya mungkin bisa lebih rendah dari 0,8 persen," kata Menko Muhadjir Effendy.***