Seribuan Petani Singkong Lamteng Unjuk Rasa, Tuntut Harga, Rafaksi, Timbangan

Senin, 23 Desember 2024 16:22
Aksi unjuk rasa anjloknya harga singkong (Foto Zen/Helo) Helo Lampung

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Seribuan petani unjuk rasa (unras) menuntut kenaikan harga singkong dari Rp1.200/Kg menjadi Rp1.500/Kg. Bersama Grib Jaya Seputih Surabaya, mereka aksi damai di Lapangan Gaya Baru, Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (23/12/24).

Para petani dari wilayah timur itu juga menuntut pemerintah menghentikan pencurian oleh perusahaan dengan modus rafraksi atau pengurangan berat singkong berdasarkan kadar air serta akurasi timbangan untuk mengukur berat singkong (tera).

Koordinator Lapangan Aksi, Kampuli menegaskan bahwa jika tuntutan harga singkong tidak dipenuhi, petani dan ormas Grib Jaya Akan melakukan aksi mengerahkan petani lebih banyak lagi.

Ketua PAC Ormas Grib Jaya Seputih Surabaya, Nasir akan melakukan kontrol timbangan atau potongan harga singkong di setiap pabrik. "Sekali dalam 15 hari, kami akan pastikan potongan timbangan yang dilakukan pabrik," tambahnya

Dia menyayangkan tidak hadirnya anggota DPRD Lamteng dari Dapil II. "Saya sayangkan satu pun anggota wakil rakyat yang hadir memperjuangkan nasib petani singkong," katanya.

Nasir mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi pengamanan aksi oleh Polri dan TNI. Terlihat di lokasi, Kabag OPS Kompol Edi Qorinas, Kapolsek Seputih Surabaya Iptu Jufriyanto, dan Danramil Kapten Inf Gunawan serta anggota mereka.

Camat Seputih Surabaya, Periansyah akan menindaklanjuti tuntutan petani singkong dengan melaporkannya ke atasan serta akan membahasnya dengan perusahaan tapioka yang ada. "Saya akan sampaikan secara tertulis ke Pemkab Lamteng," tandasnya. (Zen Sunarto)

 - 

Berita Terkini