LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Kesepakatan harga singkong Rp1. 400/kg dengan rafaksi maksimal 15 persen antara Pj Gubernur Lampung Samsudin dan 29 pengusaha tepung tapioka baru sebatas di atas kertas. Kenyataannya di lapangan, masing jauh panggang dari api.
"Sejumlah pabrik tepung tapioka tak melaksanakan kesepakatan," kata Ketua Persatuan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI) Lampung Dasrul ketika audiensi dengan DPRD Kabupaten Lampung Utara (Lampura) di Kotabumi, Jumat (12/12/2024).
Usai pertemuan kepada Helo Indonesia, Ketua DPRD Lampung Utara M. Yusrizal membenarkan hasil surveynya, pabrik pengolahan singkong belum menerapkan harga sesuai kesepakatan di Kantor Gubernur, Senin (23/12/2024).
Rencana, kata Yusrizal, jika harga singkong belum juga berpihak kepada petani Lampung, maka mereka akan memperjuangkan nasibnya ke Senayan untuk bertemu dengan anggota DPR RI dan Presiden Prabowo.
Sebelumnya, Kamis (12/12/2024), ribuan anggota Persatuan Petani Singkong Lampung Utara (PPSLU) menggeruduk DPRD setempat. Bupati Aswarodi dan Ketua DPRD Yusrizal akhirnya menandatangani harga singkong terendah Rp1.500/kg.
Selasa (24/12/2024), Pemprov Lampung dan 29 pengusaha tepung tapioka telah pula menyepakati harga singkong jadi Rp1400/kg. Selain itu, pabrik tak boleh impor tepung tapioka
Perwakilan PT Umas Jaya Agrotama, Willy mengatakan pihaknya menyepakati keputusan hari ini, terutama soal pembatasan impor. Tinggal bagaimana pemerintah pusat yang mengaturnya.
Beberapa perwakilan perusahaan menolak menandatangani kesepakatan. Namun, dapat diabaikan mereka hanya perwakilan yang tidak masuk dalam akte perusahaan, ujar Willy.
Anggota DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi merasa lega . Dia berharap harga tersebut dapat mensejahteraan petani. Tinggal, menurut dia, regulasinya mungkin dalam bentuk perda atau pansus.
Walau, sebelumnya, Wahrul mengatakan harga singkong seharusnya Rp3000-Rp4000/kg. Namun, setelah 0
pertemuan dengan 29 pengusaha, dia mengapresiasi kesepakatan Pj Samsudin harga singkong Rp1400/kg. (Zen Sunarto)
-