Eksplosif dan Penuh Kejutan, Musim Perdana Campus League Badminton Jaring Talenta Menuju The Nationals

Jumat, 28 Agustus 2026 22:32
Menariknya Campus League Badminton Regional Semarang dengan sostem sistem skor terbaru dari BWF. Ketua PBSI Jateng Basri Yusuf

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Musim perdana Campus League Badminton Regional Semarang resmi bergulir pada 26–29 Agustus 2026 di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro. Sebanyak 149 student-athlete dari 17 perguruan tinggi lintas kota seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Purwokerto, hingga Makassar, bersaing memperebutkan gelar terbaik di kategori perseorangan dan beregu.

Ajang bergengsi ini makin menantang dengan digunakannya sistem skor terbaru dari BWF, yakni format best of three games hingga 15 poin untuk perorangan, serta relay point target 55 poin kumulatif untuk beregu.

Baca juga: Apresiasi Turnamen Tenis LLDIKTI VI, Sekda Jateng Dorong Perguruan Tinggi Rutin Gelar Event Olahraga

Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf, mengapresiasi tinggi gelaran ini sebagai angin segar bagi pembinaan bulu tangkis tingkat kampus. Menurutnya, sistem baru menuntut para atlet tampil lebih eksplosif dan adaptif sejak awal laga.

"Sistem baru ini menuntut pemain tampil dengan intensitas tinggi tanpa banyak ruang untuk membaca permainan lawan. Ini memberikan dampak besar pada strategi dan pembinaan atlet ke depan," ujar Basri kepada media di Media Center, Polytron Stadium, Undip, Semarang, Jumat 28 Agustus 2026.

Dari 17 perguruan tinggi yang berkompetisi di Regional Semarang, sebarannya cukup merata. Tuan rumah Semarang diwakili oleh Universitas Diponegoro, Universitas Semarang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Terbuka Semarang, dan Soegijapranata Catholic University. Sedangkan Surabaya mengirimkan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Surabaya.

Dari Yogyakarta ada Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Islam Indonesia. Adapun Solo mengirimkan tiga wakil yaitu Universitas Sebelas Maret, Universitas Tunas Pembangunan, dan Universitas Pignatelli Triputra. Dua peserta lainnya ialah Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dan Universitas Hasanuddin, Makassar.

Eksplosif

Ketegangan format baru ini dirasakan langsung oleh Muhammad Agil Firmansyah, wakil Universitas Terbuka Semarang yang berhasil mengamankan peringkat ketiga tunggal putra.

"Level persaingannya sangat tinggi dan pressure-nya luar biasa. Sistem skor baru ini benar-benar menuntut permainan eksplosif. Salah sedikit saja, situasi di lapangan bisa langsung berbalik," ungkap Agil usai melakoni laga perebutan tempat ketiga.

Baca juga: Jangan Biarkan Tubuh Berteriak: Mengenal Sinyal Bahaya Jantung dan Hormon pada Perempuan

Selain Agil, jajaran tempat ketiga perorangan juga diisi oleh Natiqotul Wardah Filkaromah (UINSA) di tunggal putri, serta dominasi pasangan UINSA di sektor ganda putra (Labib Aflah/Mochamad Viko), ganda putri (Neila Nur/Zahroh Nani), ganda campuran (Labib Aflah/Zahroh Nani), hingga kategori 3 vs 3.

Sementara itu di nomor beregu, persaingan makin memuncak dalam perebutan tiket babak puncak The Nationals yang akan dihelat di Bandung pada September mendatang. Empat tim tangguh—UII, UNS, Unnes, dan Unesa—resmi mengunci tempat di semifinal sekaligus mengamankan tiket menuju putaran nasional, sebelum melakoni duel penentuan menuju laga final. (Aji)

Berita Terkini