SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Setelah vakum selama tujuh tahun, gelora kompetisi olahraga antarperguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah resmi bangkit kembali. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar Turnamen Tenis LLDIKTI VI 2026 pada 28–30 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung di tiga lokasi—Lapangan Tenis LLDIKTI VI, Kampus IV UPGRIS, dan Unimus—ini diikuti sekitar 150 peserta dari 23 PTS se-Jawa Tengah.
Baca juga: Wisuda Ke-77 USM Lepas 796 Lulusan, Rektor Ingatkan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, memberikan apresiasi tinggi atas digelarnya kembali turnamen ini. Menurutnya, kegiatan olahraga di lingkungan akademik bukan sekadar ajang perebutan juara, melainkan investasi kesehatan masyarakat sekaligus sarana memperkuat silaturahmi.
"Pertandingan tenis yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjaga kesehatan masyarakat," ujar Sumarno dalam acara pembukaan di Lapangan Tenis Tenis LLDIKTI VI, Jumat pagi 28 Agustus 2026.
Sekda mendorong seluruh perguruan tinggi untuk tak ragu menggalakkan event olahraga secara rutin, baik tenis, lari, bulu tangkis, hingga bola voli. Sumarno mencontohkan tren olahraga lari yang makin digandrungi publik karena masifnya penyelenggaraan event dari berbagai pihak.
"Kalau teman-teman mau mempromosikan berbagai olahraga, itu merupakan bagian dari upaya kita mempromosikan hidup sehat. Semakin banyak event digelar, masyarakat akan semakin tertarik untuk aktif berolahraga," tuturnya.
Pertandingkan Empat Kategori dan Hadirkan Format Baru
Ketua Panitia Turnamen, Adhrial Refaddin, menjelaskan bahwa edisi perdana pasca-vakum ini mempertandingkan empat kategori ganda: Kelompok Umur (KU) 80 tahun, KU 90 tahun, KU 100 tahun, dan ganda eksekutif.
"Kategori ganda akumulasi 90 tahun, 100 tahun, dan ganda eksekutif menjadi kelompok baru yang diperkenalkan pada edisi tahun ini," jelas Adhrial.
Ia menegaskan, seluruh jalannya pertandingan mengedepankan prinsip transparansi, ketertiban, serta sportivitas. Seluruh pembagian pool telah diselesaikan melalui proses drawing sebelum laga dimulai.
Menuju Kolaborasi Riset
Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Endah Palupi, mengungkapkan bahwa tenis dipilih sebagai ajang pembuka karena ketersediaan fasilitas lapangan yang memadai setelah direnovasi bersama sejumlah PTS.
Namun, semangat ini dipastikan tidak berhenti di cabang olahraga tenis saja. Ke depan, LLDIKTI VI berencana menggelar kejuaraan bulu tangkis, tenis meja, hingga bola voli untuk merangkul lebih banyak sivitas akademika dalam suasana informal.
Bagi Aisyah, ruang informal di lapangan olahraga memiliki potensi besar untuk melahirkan gagasan strategis demi kemajuan daerah.
"Dari suasana santai inilah kami berharap muncul ide-ide segar untuk menjawab berbagai permasalahan di masyarakat. Percakapan di lapangan olahraga bisa berkembang menjadi kolaborasi penelitian antar-PTS," ungkap Aisyah.
Terpilihnya UPGRIS dan Unimus sebagai co-host didasari ketersediaan lapangan tenis yang siap digunakan secara paralel. Ke depan, LLDIKTI VI membuka pintu selebar-lebarnya bagi PTS lain di Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah dalam ajang olahraga berikutnya.
Dalam pertandingan tersebut, sejumlah guru besar meramaikan turnamen. Seperti Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi, dan guru besar UPGRIS Prof Dr Nur Khoiri yang turut mengayunkan raket. (Aji)