Helo Indonesia

Dukung Jasirah Race 2025, Komitmen Gojek Hadirkan Akses Mobilitas Aman dan Nyaman

Ajie - Ekonomi
Sabtu, 26 Juli 2025 08:56
    Bagikan  
Dukung Jasirah Race 2025, Komitmen Gojek Hadirkan Akses Mobilitas Aman dan Nyaman

Pelepasan peserta Jasirah Race 2025 di Lawang Sewu yang turut didukung Gojek

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Komitmen untuk mendukung pariwisata daerah dan pelestarian warisan sejarah terus diperkuat Gojek, aplikasi Karya Anak Bangsa yang #BerjuangUntukIndonesia, bagian dari ekosistem GoTo.

Gojek kali ini berpartisipasi aktif dalam inisiatif pengembangan platform Jasirah (Jejak Wisata Sejarah), yang digagas oleh Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Keris Jateng, dan para sejarawan Universitas Diponegoro.

Baca juga: Undip Bantu Sekipan Petakan Potensi Alam dan Edukasi untuk Jadi Desa Wisata Kopi

Jasirah merupakan inovasi digital berbasis informasi tematik yang dirancang untuk mempermudah wisatawan menjelajahi destinasi sejarah di berbagai kota di Jawa Tengah. Melalui platform ini, wisatawan dapat mengakses informasi seputar situs sejarah, fasilitas pendukung, jalur wisata, hingga kalender acara yang berkaitan dengan budaya dan sejarah lokal.

Sebagai bagian dari peluncuran dan uji coba ekosistem platform Jasirah, para pegiat wisata diajak untuk mengikuti kegiatan unggulan bertajuk Jasirah Race 2025, sebuah pengalaman wisata sejarah lintas kota yang berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 25 hingga 27 Juli 2025. Para peserta dilepas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Lawang Sewu, Kota Semarang, Jumat 25 Juli 2025.

Peserta akan menjelajahi kota-kota bersejarah seperti Semarang, Tegal, Purwokerto, Yogyakarta, dan Surakarta, dengan menggunakan moda transportasi kereta api.

Baca juga: USM Siapkan Atlet untuk Tim Jateng ke Ajang Pomnas 2025

Menariknya, Jasirah Race bukan sekadar perjalanan biasa. Program ini dirancang sebagai perpaduan antara wisata sejarah, kuliner khas daerah, kunjungan ke sentra UMKM lokal, dan pengenalan sistem transaksi digital QRIS, sebagai bentuk nyata mendorong literasi keuangan dan ekonomi digital di daerah. Inisiatif ini juga ditargetkan untuk memecahkan Rekor Muri sebagai wisata sejarah dengan rute kereta api terpanjang di Indonesia.

Mobilitas

Sebagai mitra kolaborasi, Gojek berperan penting dalam mendukung mobilitas peserta dan wisatawan selama Jasirah Race berlangsung. Gojek menghadirkan kemudahan akses transportasi melalui layanan GoCar Instant di berbagai titik strategis seperti stasiun dan bandara tertentu, serta GoCar di lokasi wisata, dan sentra kuliner UMKM di tiap kota yang disinggahi.

Tidak hanya menghadirkan kenyamanan, Gojek juga mendorong partisipasi masyarakat dengan memberikan berbagai kode promo menarik seperti GOJASIRAH, GOCARAJA, GOWEEKEND, GOSTASIUN, COBAINGOJEK, dan GOJEKHEMAT, agar perjalanan semakin hemat dan menyenangkan.

Baca juga: Satu Keluarga di Semarang Meninggal Akibat Kebakaran Rumah, Wali Kota Berduka dan Beri Bantuan

Farid Isnawan, Strategic Regional Head Gojek Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY, menyatakan, “Kami sangat antusias bisa turut mendukung inisiatif Jasirah Race. Bagi Gojek, ini bukan hanya soal mendukung mobilitas, tetapi juga tentang bagaimana teknologi kami dapat menjadi enabler untuk mendorong pariwisata sejarah yang lebih inklusif, menggerakkan UMKM lokal, dan memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua.”

Sementara itu, Rahmat Dwisaputra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, menekankan pentingnya sienrgi lintas sektor dalam mengembangkan pariwisata sejarah yang berkelanjutan, pengembangan UMKM dan digitalisasi transaksi pembayaran melalui perluasan pemanfaatan “aplikasi Jasirah dan kompetisi Jasirah Race''.

''Kami ingin menciptakan ekosistem wisata tematik sejarah yang terintegrasi , modern namun tetap berbasis nilai-nilai kearifan lokal. Gojek mendukung penuh mobilitas, konektivitas dan aksesibilitas seluruh peserta, sekaligus mendorong pengembangan UMKM untuk meningkatkan akses promosi dan pembayaran digital melalui QRIS,'' bebernya.

Kehadiran Jasirah diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat daya saing pariwisata berbasis budaya di Jawa Tengah, sekaligus menjawab kebutuhan wisatawan masa kini yang semakin mengandalkan teknologi dan kenyamanan selama bepergian. (Aji)