Helo Indonesia

Undip Bantu Sekipan Petakan Potensi Alam dan Edukasi untuk Jadi Desa Wisata Kopi

Sabtu, 26 Juli 2025 08:07
    Bagikan  
Undip Bantu Sekipan Petakan Potensi Alam dan Edukasi untuk Jadi Desa Wisata Kopi

Anggota KKN-T IDBU Tim 19 Undip berdiskusi usai melakukan pemetaan potensi wisata di Desa Sekipan, Tawangmangu

KARANGANYAR, HELOINDONESIA.COM - Hijaunya hutan pinus dipadu udara segar, dan keharuman aroma khas kopi arabika menjadi pesona alami yang melingkupi Desa Sekipan, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Jawa Tengah.

Potensi tersebut kini ditangkap dan dikembangkan secara sistematis oleh mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Binaan Undip (IDBU) Tim 19.

Selama sebulan, para mahasiswa memetakan potensi wisata kopi dan alam Sekipan dengan pendekatan Community Based Tourism. Mulai dari kebun kopi milik warga, jalur trekking, rumah produksi kopi, hingga lokasi tersembunyi seperti Curug Tlorong dan Bukit Tanggung, seluruh titik wisata ditandai melalui Google Maps dan Google My Maps agar mudah diakses publik.

Baca juga: USM Siapkan Atlet untuk Tim Jateng ke Ajang Pomnas 2025

“Pemetaan ini jadi fondasi awal agar Sekipan siap menyambut wisatawan yang ingin belajar proses kopi dari hulu ke hilir,” ujar salah satu anggota tim. Pemetaan dilakukan melalui kunjungan ke kelompok tani kopi, observasi lapangan, serta penitikan koordinat GPS untuk rute wisata dan titik edukasi seperti spot lanskap, jalur jeep offroad, hingga warung kopi tematik.

Hasil pemetaan kemudian dikemas dalam bentuk poster rute wisata, video dokumenter, dan konten promosi digital. Materi visual ini disiapkan agar masyarakat memiliki alat promosi berkelanjutan, bahkan setelah program KKN berakhir.

“Poster dan video ini bisa menjadi media edukasi sekaligus promosi, sehingga masyarakat bisa melanjutkan inisiatif ini secara mandiri,” imbuh anggota tim lainnya.

Wisata Edukatif

Dampaknya pun mulai terasa. Warga mulai membuka warung kopi, menjual produk kopi kemasan, serta berinisiatif menjadi pemandu wisata. Peta rute ini juga membantu desa merancang paket wisata edukatif berbasis kopi dan alam secara lebih terstruktur.

Baca juga: Penyair Lampung Isbedy , Tampil Dalam Parade Baca Puisi di Hari Puisi Indonesia (HPI)

Menurut dosen pembimbing lapangan, Riandhita Eri Werdani, SMB, MSM, program ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memvisualisasikan potensi wisata Kalisoro melalui pemetaan digital terintegrasi. Titik-titik wisata yang dipetakan mencakup atraksi alam, kebun kopi, hingga fasilitas penginapan.

“Harapannya, peta jalur wisata ini dapat meningkatkan aksesibilitas dan visibilitas potensi wisata Kalisoro, baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara,” jelasnya.

Dengan fondasi pemetaan digital dan keterlibatan warga, Desa Sekipan kini menapaki babak baru menuju desa wisata edukatif yang menggabungkan kekayaan rasa, cerita, dan keindahan alam Tawangmangu. (Aji)