Helo Indonesia

Rumah Penembak Kantor MUI Disegel, Keluarga ke Polsek Kedondong

Annisa Egaleonita - Nasional -> Hukum & Kriminal
Selasa, 2 Mei 2023 22:47
    Bagikan  
Police line melingkari rumah Mustopa
Police line melingkari rumah Mustopa (Foto Tirta.c

Police line melingkari rumah Mustopa - (Foto Tirta.co)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Polres Pesawaran membawa keluarga dan memasang police line rumah tersangka penembakan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mustopa di Dusun 4, Desa Sukajaya, Kecamatan Waykhilau, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Selasa (2/5/2023).

Hingga malam, beberapa warga sekitar rumah tersangka bergerombol di sekitar rumah Mustopa. “Keluarganya, bapaknya, istri, anak, cucu, semuanya masih dimintai keterangan petugas Polsek Kedondong, pukul 17.00 WIB,” kata Aji.

Menurut tetangga Mustopa itu, tersangka tinggal bersama sang ayah dan anaknya yang bungsu. Istri pelaku tinggal di rumah anak pertama yang tidak jauh dari rumah anak pertamanya yang bekerja di Korea.

Menurut Kepala Desa Sukajaya Tarmizi kepada Helo Indonesia Lampung,  Mustopa sehari-hari bertani dan bersosialisasi sebagaimana umumnya warga lainnya.

Tujuh tahun lalu, Mustofa, tanpa alasan yang jelas pernah memecahkan kaca ruangan kantor Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedy afrizal, Selasa, (10/2/2016), pukul 10.00 WIB.

Pria tersebut datang dan mengaku sebagai perwakilan nabi, lalu tiba-tiba memecahkan kaca. Melihat aksinya tersebut, pihak Satpol PP DPRD langsung mengamankan pelaku.

Dugaan sementara pelaku mengalami gangguan jiwa, karena selain mengaku sebagai seorang wakil nabi, ia juga merancau tentang tidak sesuai dengan hukum Islam

Menurut Kepala Desa Sukajaya Tarmizi kepada Helo Indonesia Lampung, Selasa (2/5/2023), selama ini, Mustopa
tinggal bersama istrinya. "Dia punya anak tiga, tapi setahu saya tidak ada di rumah, bekerja di luar daerah," katanya.

"Terkait kemungkinan mengikuti ajaran yang tidak benar sepertinya tidak ya, karena kesehariannya bertani dan tidak pernah ikut ajaran-ajaran yang menyimpang," kata Tarmizi kepada Helo Indonesia Lampung.

Diakuinya, jika dari KTP memang warganya. Namun, dia mengatakan baru tahu keterlibatan warganya dalam dugaan kasus penembakan di Kantor Pusat MUI,, Menteng, Jakarta Pusat, yang meninggal di lokasi kejadian.. (Rama/HBM).