HELOINDONESIA.COM - Partai Demokrat akan mengerahkan seluruh kader di Jakarta dalam rangka mengawal Mahkamah Agung (MA) memutuskan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
Terkait hal itu Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS, menilai aksi pengerahan kader tersebut sebagai bentuk kepanikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam menghadapi PK oleh Moeldoko mengenai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.
"Kepanikan itu terlihat dari adanya upaya untuk mendatangkan kader Partai Demokrat dari berbagai daerah ke Jakarta untuk melakukan aksi ke Mahkamah Agung," kata Fernando melalui keterangan tertulis, Rabu (14/6/2023).
"Selain itu juga adanya penggalangan cap jempol darah untuk menghadapi PK di MA yang diajukan oleh Moeldoko," imbuhnya.
Baca juga: Erick Thohir Bertekad Indonesia Masuk Peringkat 100 Dunia, Shin Tae-yong Siap Tumbangkan Palestina
Fernando berpendapat, pengerahan massa yang dilakukan oleh kader Partai Demokrat dapat dimaknai sebagai bentuk intervensi ketenangan para hakim dalam mempelajari meteri perkara dan memnutuskannya.
Selain itu, dia berkata, aksi yang dilakukan itu sebagai bentuk ketidakpercayaan SBY dan AHY terhadap MA, sehingga patut dipertanyakan apakah SBY mengintervensi ketika menjabat sebagai Presiden selama 10 tahun.
"Saya yakin MA akan memutuskan perkara PK yang diajukan oleh Moeldoko dengan mengedepankan prinsip keadilan serta manfaat bagi Bangsa dan Negara," lanjut dia.
Baca juga: Bertemu Presiden Jokowi, Putri Ariani Menyampaikan Dua Permintaan, Vote dan Flute
Fernando menyarankan, sebaiknya SBY dan AHY menyiapkan diri menghadapi apapun nanti keputusan para Hakim Agung dalam memutuskan PK mengenai KLB Partai Demokrat yang diajukan oleh Moeldoko.
"Sebagai negara yang menganut trias politika, pemerintahan di Indonesia antara eksekutif, legislatif dan yudikatif dijalankan oleh masing-masing tanpa intervensi," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat (PD) Hinca Pandjaitan membenarkan soal pengerahan seluruh kader Partai Demokrat le Jakarta.
Baca juga: Ikan Channa, di Indonesia Jadi Ikan Gabus Hias Populer, di Amerika Malah Dibunuh
Hinca menyebut hal itu dalam rangka mengawal Mahkamah Agung memutuskan PK yang diajukan KSP Moekdoko. Namun Hinca tidak menyebutkan kapan pengerahan kader besar-besaran itu akan dilakukan.
"Para ader itu akan datang ke Jakarta, jika waktunya sudah tepat dalam jumlah yang besar," kata Hinca di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2023).
Meski demikian Hinca mengklaim aksi berkumpulnya massa tersebut sebagai bentuk aksi Damai. Tentu saja, dikatakannya, kader Demokrat akan menyuarakan aspirasinya.
Baca juga: 303 Orang Pengikut Aliran Sesat di Kenya Tewas Gegara Ritual Puasa Sampai Meninggal
"Bisa jadi aksi damai, bisa jadi suatu tempat berkumpul yang cukup besar untuk sampaikan pikiran-pikirannya," katanya.
Hinca berharap MA mengumumkan keputusan tanpa adanya intervensi namun berrdsarkan keadilan dan hati nurani.
"Mahkamah Agung ini diharapkan tidak tergoda dengan yang didengar banyak orangm Atau tidak tergoda dengan intervensi pihak manapun, karena memang Mahkamah Agung menurut UU dan konstitusi kita haruslah mengambil keputusan yang sesuai denhan faktanya, hati nuraninya," imbuhnya.
