Helo Indonesia

LKBPH PWI Pusat Kecam Pembunuhan Jurnalis Situr Wijaya dan Minta Polisi Investigasi Menyeluruh

Sabtu, 12 April 2025 23:38
    Bagikan  
Jurnalis
Foto: ist

Jurnalis - Lembaga Konsultan Bantuan dan Penegakan Hukum (LKBPH) PWI Pusat menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Jurnalis Situr Wijaya.

HELOINDONESIA.COM - Lembaga Konsultan Bantuan dan Penegakan Hukum (LKBPH) PWI Pusat menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Jurnalis Situr Wijaya yang ditemukan di sebuah kamar hotel
yang terletak di Kawasan Jakarta Barat.

"Kami sangat terkejut dan prihatin dengan kabar duka ini, terlebih dengan adanya dugaan kekerasan yang menimbulkan bekas luka di tubuh almarhum. LKBPH PWI Pusat mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis," kata PLt Ketua LKBPH PWI Pusat Chelsia Chan, Sabtu (12/4/2025).

Menurutnya, jurnalis adalah pilar keempat demokrasi yang menjalankan tugas mulia untuk mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.

"Kekerasan dalam bentuk apapun terhadap jurnalis adalah serangan terhadap kebebasan pers, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang pers (UU Pers), yang menjamin kemerdekaan pers sebagai salah satu wujud kedaulatan rakyat dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis," ujarnya.

Baca juga: Wagub Lampung Jihan Nurlela Ajak PMII Jadi Penjaga Peradaban dan Pengawal Perubahan

Selain itu, lanjutnya tindakan tersebut juga merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU HAM) yang menjamin hak untuk hidup bagi semua orang.

"Kami menyoroti dengan serius atas belum adanya keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab pasti meninggalnya Saudara Situr Wijaya, meskipun otopsi telah
dilakukan. Keterlambatan informasi ini menimbulkan spekulasi dan keresahan
di kalangan jurnalis dan masyarakat luas," imbuhnua.

Sehubungan dengan hal tersebut, tegasnya, LKBPH PWI Pusat menyatakan sikap sebagai berikut :

Pertama, mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk bertindak cepat, transparan dan profesional dalam mengusut tuntas penyebab meninggalnya Jurnalis Situr Wijaya. Kami meminta agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan objektif dengan mempertimbangkan semua kemungkinan termasuk dugaan adanya tindak kekerasan.

Baca juga: Lampung Dapat Kehormatan, Ketua Umum IAD Kunjungi Dekranasda dan Apresiasi Wastra Lokal

Kedua, meminta pihak kepolisian untuk segera memberikan keterangan resmi yang jelas dan akuntabel kepada publik mengenai perkembangan penyelidikan.

Keterbukaan informasi ini penting untuk menghindari spekulasi yang tidak sehat dan menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

Ketiga, menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku kekerasan terhadap jurnalis, jika dugaan pembunuhan terbukti.

Impunitas terhadap pelaku kekerasan terhadap jurnalis tidak dapat ditoleransi dan akan menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers di Indonesia.

Baca juga: Dukung Perekonomian, Gubernur Luthfi Minta APJI Tingkatkan Wisata Kuliner di Jateng

Keempat, mengingatkan semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Kelima, menegaskan kembali pentingnya perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan dan keselamatan jurnalis agar mereka dapat bekerja tanpa rasa takut dan intimidasi.

Ia memastikan, LKBPH PWI Pusat akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan siap bekerjasama dengan pihak kepolisian serta organisasi atau lembaga lainnya untuk memastikan keadilan ditegakkan dan terungkap.

Baca juga: Libatkan Pokdarwis, Wali Kota Semarang Siapkan Musrenbang Pariwisata

Ia menambahkan, kematian Jurnalis Situr Wijaya adalah kehilangan bagi seluruh komunitas pers Indonesia.

"Semoga almarhum Saudara Situr Wijaya diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal baiknya, mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan semua keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan
dan kesabaran," tutupnya.