LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -Terdakwa kasus tipu gelap Akbar Bintang Putranto mengatakan Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto yang memintanya meletakkan setoran ijon proyek Rp407 juta di bawah kursi teras rumah pribadinya.
Uang setoran dari Yusar Riyaman Saleh tersebut dibungkus plastik warna merah, kata terdakwa pada sidang lanjutan perkara dugaan ijon proyek di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (8/8/2023).
Mujiono melihat Bintang membawa uang pakai plastik merah tersebut. Dia tak tahu jumlahnya. Sebelum diletakkan di bawah kursi teras, ketika masih dalam kendaraan, terdakwa memperlihatkan uang tersebut kepada saksi.
Selain Rp407 juta itu, Bintang juga mengaku pernah menyetorkan Rp135 juta kepada Nanang Ermanto juga di rumah pribadinya. Diakuinya, uang-uang ijon proyek tersebut tak pernah diserahkannya langsung.
Baca juga: Enam Motor Dinas Pringsewu Tak Dilengkapi BPKB
Akbar Bintang Putranto menjadi terdakwa atas perkara tipu gelap proyek yang dilaporkan PNS bernama Yusar Riyaman Saleh dengan modus menjanjikan proyek dan jabatan kepala Dinas PUPR Lampung Selatan.
Terdakwa Akbar melakukan perbuatannya tahun 2018 hingga 2019 lalu. Terdakwa mengaku sebagai orang dekat Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto sehingga korban yakin dan merasa tertipu dengan kerugian sebesar Rp2 miliar lebih tahun 2019.
Nanang Ermanto dalam sidang akhir bulan lalu, Kamis (27/7/2023), menjadi saksi pertama kemudian disusul sang istrinya, Winarni yang menjadi saksi kedua atas kasus ini. Mereka mengaku tak kenal dengan Bintang.
Baca juga: DPR RI Ahmad Muzani Reses ke Bumi Andan Jejama
"Saya sama sekali tidak mengenal Bintang yang mulia, saya juga tidak pernah menerima uang," ujar Nanang kepada Majelis Hakim. Hal senada juga dikatakan oleh Winarni saat ditanya soal pemberian sapi dari Akbar Bintang Putranto.
Winarni juga membantah dirinya pernah diberi Rp 170 juta oleh Bintang untuk kegiatan PKK di Kecamatan Merbau Mataram.
Usai sidang, Nanang mengatajan ada skenario untuk menyerang dirinya. Namun, dia mengatakan taat hukum. Pada sidang kesaksian pertama Nanang dan istrinya, pengawal Nanang sempat terlibat insiden dengan wartawan. (Miki)
