Gak Sampe 24 Jam Polisi Bekuk Pelaku Penusukan Warga Pinang Hingga Tewas, Ternyata Ini Triknya!

Senin, 19 Februari 2024 15:59
Petugas gabungan berhasil menangkap pelaku penusukan terhadap dua warga Pinang, Kota Tangerang di tol menuju Jambi. Foto: ist

HELOINDONESIA.COM - Ada temuan menarik yang harus diungkap terkait kasus penusukan oleh pelaku berinisial DPK (20) terhadap MI (24) dan R (24).

Dari penelusuran kami, pelaku diduga adalah residivis. Informasi ini didapat dari sumber terpercaya di kepolisian.

Bahkan, sejatinya petugas sudah mengetahui latar belakang dan identitas pelaku beserta keluarganya.

Jadi nggak heran kalau pelaku hanya dalam singkat bisa dibekuk petugas gabungan Polrestro Tangerang Kota dan Subdit Jatanras Polda Dit Reskrimum Metro Jaya.

"Jangan disebarkan dulu. Udah di depan mata, tinggal nangkep. Sedikit lagi ketangkep karena sudah ke luar kota," ujar sumber itu.

Saat dimintai keterangan, pelaku memang dalam proses perburuan pihak kepolisian.

Baca juga: Mitos Menjahit dan Menyapu di Malam Hari Bawa Sial, Berikut Kata Buya Yahya

Dan benar, tidak sampai 1 x 24 jam pelaku berhasil diamankan pada Minggu (18/2/2024) sore sekitar pukul 17.00 WIB ketika di dalam bus yang melaju di Tol Lampung menuju Jambi.

Menariknya lagi, terdapat pernyataan berbeda antara Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dan beberapa saksi di lokasi kejadian.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho kepada wartawan menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia itu terjadi di Jalan Gempol Raya, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada pukul 04.30 WIB.

"Ada 2 orang korban dari penganiayaan yang dilakukan pelaku berinisial DPK ini. 1 orang meninggal dunia berinisial MI (24) akibat luka tusukan di dada sebelah kanan dan 1 korban lagi berinisial R (24) mengalami luka tusukan di paha kanan," kata Zain Senin, (19/2/2024).

Baca juga: Warga Pinang Tewas Ditusuk Pengumpul Kardus Bekas, Ini Beda Pernyataan Kapolrestro Tangerang Kota dan Saksi di TKP

Terkait kronologis kejadian, Zain menuturkan penusukan bermula ketika tersangka hendak menukarkan uang Rp 50 ribuan dengan recehan.

Namun, karena pihak pemilik warung tidak memiliki uang receh untuk penukaran akhirnya pelaku marah-marah hingga terjadi keributan dengan korban yang sedang belanja di warung tersebut.

"Antara korban dan pelaku ini tidak saling mengenal. Kedua korban di saat yang bersamaan sedang berada di warung untuk membeli rokok. Karena tersangka marah-marah terjadilah keributan antara pelaku dengan kedua korban," terangnya.

Saat keributan terjadi, ungkap Kapolres, tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dari balik bajunya.

Baca juga: Advokat PWI Luruskan Pendapat Gindha soal Pemidanaan Pers

Kemudian langsung menusuk Korban MI di bagian dada sebelah kanan, selanjutnya menusuk korban R di paha sebelah kanan.

Pada saat kejadian, kedua korban sempat lari, namun baru mengetahui tertusuk setelah sampai di rumah temannya yang berdekatan dengan lokasi kejadian.

Lalu teman korban segera membawa korban ke RS Mulya Pinang, namun korban MI tidak tertolong.

"Akibat penusukan itu, Korban MI meninggal dunia di RS Mulya Pinang, Kota Tangerang," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau pasal 354 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat akibatkan orang meninggal dunia dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun.

Baca juga: Nonton Film Korea 2037 Full Movie Sub Indo

TKP

Sementara itu, informasi lain dari lokasi kejadian, pelaku sebenarnya sudah dikenal oleh pemilik warung.

Bahkan terbilang sudah lama berada di lokasi itu dan mengaku tidak memiliki orangtua.

"Pelaku sering nongkrong di depan warung Madura. Karena kasihan, pemilik warung selalu kontak korban setiap ada kardus bekas," ujar sumber yang enggan menyebutkan identitasnya.

Menurut sumber itu lagi, pelaku bekerja serabutan dan sering membeli kardus bekas di warung itu.

"Kemungkinan kardus bekas itu dijual lagi ke lapak bekas," katanya.

Bahkan, pelaku juga pernah membeli handphone bekas pemilik warung tempat peristiwa penusukan itu terjadi.

Baca juga: Bukan Sekadar Penampungan Wartawan, Hendy CH Bangun Berupaya Kembalikan Marwah PWI dengan Tingkatkan Kompetensi

Berbeda dengan pernyataan Kapolres, saksi di lokasi mengatakan bahwa yang akan menukarkan uang Rp 50 ribuan itu adalah korban.

"Bukan pelaku. Jadi korban ingin membeli rokok di warung sambil menukarkan uang Rp 50 ribuan," tambahnya.

Karena pemilik warung nggak punya uang recehan, permintaan kedua korban tak dilayani.

Beberapa saat kemudian, saat si pemilik warung keluar melihat darah berceceran di jalan.

Sayangnya pemilik warung yang enggan identitasnya disebutkan itu mengaku tak mendengar keributan di luar.

Baca juga: Film Dua Hati Biru Lanjutan Dua Garis Biru: Angga Yunanda jadi Ayah Tunggal

Dia juga mengatakan tidak mengetahui penyebab atau motif cekcok antara pelaku dan kedua korban.

"Ceceran darahnya banyak di jalanan," ujarnya.

Dari video yang diterima redaksi, tampak korban usai divisum dengan kondisi bekas luka di leher dan bawah ketiak.

Video itu memperlihatkan tubuh korban sudah dibersihkan dan dimandikan di rumah sakit Mulya.

Handphone
Sementara korban satunya mengalami luka tusuk di bagian paha dekat dengkul.

Baca juga: Film Dua Hati Biru Lanjutan Dua Garis Biru: Angga Yunanda jadi Ayah Tunggal

Edi, paman korban tak percaya kalau antara pelaku dan korban tak saling mengenal.

"Kalau diceritakan beli rokok doang di depan rumah (korban) juga ada warung rokok," kata Edi.

Korban yang tinggal di Gang Jl Mandor Masan, Gang Musholla An-Nahi RT 003/005, pamit beli rokok bersama temannya di Jl Gempol.

"Saya heran kenapa beli rokok jauh-jauh gitu, padahal depan rumah ada warung rokok," ujarnya.

Jadi si paman curiga kalau antara korban dan pelaku saling mengenal dan ada sesuatu yang menjadi penyebab peristiwa itu.

Baca juga: Resep Milk Bun Thailand, Roti Viral Super Lembut

"Cuma simpang siur. Sebab, keluarga belum bisa buka handphone ponakan saya yang meninggal itu. Dan sekarang handphone dipegang ibunya," ujarnya.

Berita Terkini