LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Ketua Umum Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Provinsi Lampung, Tommy Rianta Putra menargetkan atletnya mempersembahkan medali emas pada PON nanti. Dia juga berjanji memimpin dan mengembangkan organisasi sebagai baik dan benar di daerah ini.
Politikus Golkar yang juga Ketua Ardin Lampung tersebut mengatakan hal itu pada sambutannya setelah pelantikan PBPI Lampung Masa Bakti 2025–2029 di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Kota Bandarlampung, Rabu (15/7/2026).
Dia mengatakan padel menjadi cabang olahraga yang perkembangannya sangat pesat hingga ke kabupaten di Lampung. Saat ini, ada sekitar 15 hingga 18 lapangan padel yang tersebar di Kota Bandarlampung, Kota Metro, Lampung Selatan, dan sejumlah daerah lainnya.
Menurutnya, PBPI Lampung juga telah memiliki sembilan kepengurusan kabupaten/kota yang siap menjalankan program pembinaan atlet secara berjenjang. Beberapa atlet telah mengikuti berbagai kegiatan nasional hingga internasional sebagai modal membangun prestasi menuju PON 2028, katanya.
Dirinya berharap dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan KONI terus menguat agar pembinaan atlet berjalan maksimal dan mampu menghadirkan medali emas bagi Lampung pada ajang PON mendatang.
GUBERNUR
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong PBPI Provinsi Lampung segera membangun sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan. Langkah itu dinilai penting menyusul rencana cabang olahraga padel dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Marindo menegaskan pembentukan PBPI bukan sekadar melengkapi organisasi olahraga, tetapi menjadi langkah awal membangun ekosistem padel yang sehat, terbuka, sekaligus mampu melahirkan atlet berprestasi.
"PBPI harus segera menyusun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan. Bangun kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan dunia usaha agar pembinaan atlet dapat dimulai sejak dini," ujar Marindo membacakan sambutan Gubernur.
Menurutnya, perkembangan olahraga padel di Indonesia berlangsung sangat pesat. Kondisi itu harus dimanfaatkan Lampung untuk menyiapkan atlet yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Selain mengejar prestasi, PBPI Lampung juga diharapkan aktif menggelar turnamen tingkat regional maupun nasional. Menurut Marindo, penyelenggaraan kejuaraan olahraga akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner hingga pelaku UMKM.
"Olahraga mampu menggerakkan pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner hingga UMKM. Karena itu kami terus mendorong penyelenggaraan berbagai event olahraga di Lampung," katanya.
PBPI Pusat
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBPI Pusat Bugi Setiawan mengatakan padel telah resmi dipertandingkan pada Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, dan diproyeksikan masuk Olimpiade Brisbane 2032.
Menurutnya, PBPI juga mengusulkan agar padel menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON 2028. Karena itu, daerah-daerah, termasuk Lampung, perlu mulai menyiapkan atlet sejak sekarang.
KETUA KONI LAMPUNG
Ketua Umum KONI Provinsi Lampung Taufik Hidayat menilai perkembangan fasilitas padel di Lampung cukup pesat. Namun, ia mengingatkan agar pertumbuhan sarana olahraga tersebut diimbangi dengan pembinaan atlet secara serius sehingga mampu melahirkan prestasi bagi daerah.
Dengan terbentuknya kepengurusan PBPI Lampung periode 2025-2029, diharapkan olahraga padel tidak hanya menjadi tren baru di masyarakat, tetapi juga mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus mendukung kesiapan Lampung menghadapi PON 2032. (HBM)