Soal Tewasnya Tahanan Polres Pesawaran, LPW Lampung Minta Propam Turun

Rabu, 13 Agustus 2025 17:10
Edo Januar (26)

LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM ----- Tewasnya salah seorang tahanan di Mapolres Pesawaran menarik perhatian Ketua Lampung Police Watch (LPW) MD Rizani. Ia meminta Divisi Propam Polda Lampung untuk turun memeriksa peristiwa itu.

"Harus segera turun melakukan pemeriksaan, faktanya ada orang meninggal dunia yang statusnya masih tahanan Polres Pesawaran," kata Rizani melalui sambungan telepon, Rabu (13/8/2025).

Menurutnya, berdasarkan keterangan keluarga almarhum bahwa yang bersangkutan sedang menjalani rehabilitasi BNN harus ditelusuri.

"Jika almarhum ini sedang rehab dengan rekomendasi lembaga terkait dalam hal ini BNN, maka penangkapan kemarin itu salah, karena orang rehab itu korban narkoba yang harus disembuhkan," ujarnya.

Rizani juga meminta kepolisian responsif dalam menindaklanjuti masalah ini agar masyarakat jangan terbawa dalam dugaan-dugaan liar.

"Kapolres Pesawaran harus terbuka memberikan keterangan kepada awak media tanpa berwakil, agar clear masalah ini," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, satu tahanan Polres Pesawaran tewas mendadak pada 27 Juli 2025 lalu di klinik GMC, Desa Tamansari, Kecamatan Gedongtaan Kabupaten Pesawaran.

Tahanan Polres Pesawaran itu bernama Edo Januar (26), awalnya mulanya ditangkap aparat kepolisian pada 5 Mei 2025 di Kecamatan Negerikaton atas dugaan penyalahgunaan narkotika.

Namun pada 27 Juli 2025, Edo dikabarkan meninggal dunia secara mendadak. Meninggalnya Edo menimbulkan tanda tanya, kenapa pemuda yang masih berstatus tahanan di Mapolres Pesawaran itu meninggal dunia.

Setelah Edo meninggal mendadak, keluarga korban menaruh curiga kepada aparat Kepolisian Resor (Polres) Pesawaran.

Sebab, Edo tidak pernah punya riwayat penyakit tertentu. Keluarga tahanan mempertanyakan kepada kepolisian setempat penyebab meninggalnya korban.

Edi Sudarso, orang tua korban yang meninggal dunia mengungkap, anaknya ditangkap oleh anggota Polres Pesawaran di Kecamatan Negerikaton, padahal anaknya sedang dalam program rehabilitasi BNN. (Rls/Rama)

Berita Terkini