Warga 3 Kampung Minta Tolong Presiden Prabowo, Lahan Warga Dikuasai PTPN IV

Selasa, 7 Juli 2026 21:06
Poster tuntutan warga HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Warga tiga kampung meminta pertolongan Presiden Prabowo mengembalikan lahan di luar HGU yang dikuasai PTPN IV Regional 7 di Bekri, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Alasan mereka, lahan tersebut milik mereka atas dasar makam leluhurnya.

Warga Ketiga kampung adalah Tanjungjaya dan Tanjungpandan di Kecamatan Bangunrejo dan Komeringagung di Kecamatan Gunungsugih. Makam leluhur mereka ada di Umbul Senen, yakni Makam Tuo Tiho di tengah perkebunan kelapa sawit PTPN IV Regional 7.

Seratusan warga juga meminta agar anggota DPR RI, DPD RI dan DPRD Provinsi Lampung bisa menjembatani kemelut antara warga dan perusahaan yang sudah lama tak kunjung selesai.

"Bapak Presiden Prabowo, DPR RI, DPD RI dan DPRD Provinsi Lampung tolong bantu kami dan dengarkan jeritan rakyat kecil," ujar Ramli, koordinator aksi warga kepada Heloindonesia, didampingi warga lainnya Aprizal, Lili Sasmita, dan Hairin.

Mereka menuntut ukur ulang HGU PTPN IV Regional 7 Bekri. Menurut Ramli, luas lahan yang dikuasai perusahaan BUMN tersebut melebihi izin Hak Guna Usahanya (HGU) seluas 4.272 hektare. "Sisanya kembalikan kepada rakyat," katanya.

Mereka berjanji jika diukur ulang tidak ada sisanya warga akan menerima putusan. "Kami tidak mempersoalkan HGU, kami hanya mempersoalkan sisa tanah diluar HGU. Setelah diukur kan ketahuan luasnya," tegas Ramli, yang diamini teman-temannya.

Menurut Ramli, Selasa siang (7/6/2026), tiga pejabat Polda Lampung dan tujuh pejabat dari Polres Lampung Tengah, menemui warga. Mereka meminta masukan dari warga persoalan yang warga inginkan. "Ya, kami jawab, kami tidak akan pulang sampai tuntutan kami dipenuhi, yaitu soal pengukuran ulang HGU," tandas Ramli

Diumbul Senen ada makam Tuo Tiho, Tipo Lamo yang merupakan historis sejarah lahan yang di klaim milik warga. Namun kini lokasi itu sudah ditanami kelapa sawit oleh PTPN 7.

Warga dilarang mendirikan tenda selama mereka melakukan aksi disana. Tidak tampak pejabat Pemda Lampung Tengah dan Pemprov Lampung yang menemui warga pada aksi hari ke 2 itu.

Sementara itu emek-emak, atau istri-istri dan anak-anak mereka berdatangan membawakan makanan dan nasi kepada suami, bapak atau saudara yang ikut melakukan aksi damai di Umbul Senen. (Zen Sunarto)

Berita Terkini