Akhirnya, Kapolda Lampung Bentuk Tim Khusus soal Tewasnya Siswa SPN

Senin, 21 Agustus 2023 19:55
Kapolda Irjen Pol Helmy Santika, jenazah Advent Pratama Telaumbanua, dan Ifon (Foto Ist/Kolase Helo Indonesia Lampung)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -  Keluarga tak terima tewasnya siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling Polda Lampung, Kapolda Irjen Pol Helmy Santika, SH, SIK, MSi. akhirnya membentuk tim khusus guna mencari titik terang peritiwa tersebut.

Sejak awal, Ifon, orangtua Advent Pratama Telaumbanua, siswa yang tewas tak terima penjelasan Humas Polda Lampung Umi Fadilah Astutik bahwa belum menemukan indikasi penganiayaan.

Dia menolak otopsi di RS Bhayangkara dan memilih di Rumah Sakit H. Adam Malik, Medan, Provinsi Sumatera Utara. Bahkan, Pamannya, Rahmat Telaumbanua menduga keponakan tewas di tangan seorang berpangkat brigadir.

Irjen Pol Helmy Santika menunjuk Wakapolda Lampung Brigjen Pol Umar Effendi selaku ketua tim dengan beranggotakan Irwasda, Direskrimum, Karo SDM, Kabid Propam dan Kabid Dokkes.

Baca juga: Polres Mesuji Gelar Konferensi Pers Pelaku Curas yang Mengakibatkan Korban Meninggal

Tim ini akan bertugas untuk melakukan penyelidikan secara mendalam tentang terjadinya peristiwa tersebut dan kegiatan ini akan dilakukan secara transparan. Apapun hasilnya akan disampaikan ke publik, ujar Kapolda lewat rilis yang diperoleh Helo Indonesia Lampung, Senin (21/8/2023).

Versi awal, Advent diduga mengalami kelelahan dan sempat jatuh pingsan saat masih dalam barisan usai mengikuti apel siang di Lapangan SPN Kemiling Polda Lampung. Dia sedang mengikuti Pendidikan Bintara Polri.

Menurut dokter Rumkit Bhayangkara dr Andriani, pihak Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Polda Lampung telah melakukan tiga siklus Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau upaya untuk mengembalikan fungsi sirkulasi dan pernapasan kepada SPN (Diktuba SPN) Kemiling. 

Baca juga: Zulhas Pasang 2 Pendekar Hukum Jaring Suara Dapil 1 dan 2 Lampung

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes. Umi Fadilah Astutik, menjelaskan kronologi meninggalnya Advent Pratama Telaumbauna. Usai pembinaan fisik, kata Kabid Humas, Pratama berbaris ke ruang makan bersama rekan-rekannya. 

Namun dia terjatuh sehingga dahi, bibir, dagu, dan tangannya terluka.Kemudian, rekannya langsung membawanya ke tempat teduh. Saat itu, korban masih bisa berkomunikasi dan sempat mengeluhkan pusing. 

Ketika diperiksa tim medis, kondisinya menurun sehingga ia dibawa ke RS Bhayangkara Pukul 14.05 WIB. Tapi, setelah pengobatan selama 40 menit dia meninggal dunia.(HBM)

Berita Terkini