Helo Indonesia

Paus Beluga yang Dijadikan Mata-mata Rusia, Muncul Kembali di Lepas Pantai Swedia

Syahroni - Internasional
Minggu, 21 Mei 2023 00:04
    Bagikan  
Paus beluga yang diduga dijadikan mata-mata oleh militer Rusia.
Doc/ AP

Paus beluga yang diduga dijadikan mata-mata oleh militer Rusia. - Paus beluga yang diduga dilatih untuk kepentingan kegiatan militer Rusia muncul di perairan Swedia.

HELOINDONESIA.COM - Seekor paus Beluga yang dicurigai para ahli sebagai mata-mata angkatan laut Rusia kembali muncul di lepas pantai Swedia. Kali ini, paus beluga itu muncul dengan mengenakan harnest 'St Petersburg'. Usai kemunculannya, penduduk Norwegia pun disarankan untuk menjauh dari makhluk laut itu.

Sebelumnya, pada tahun 2019, seekor paus Beluga yang diduga adalah individu yang sama, terekam video tengah bermain bola tangkap bersama sekelompok pria di lepas pantai Norwegia. Ahli biologi kelautan saat itu telah memastikan bahwa paus itu bukan paus liar. Kuat dugaan paus tersebut telah dilatih oleh militer Rusia untuk keperluan militer.

Dugaan ini sendiri muncul karena Rusia memang dikenal memiliki sejarah pelatihan Beluga untuk keperluan militer. Kementerian Pertahanan Moskow sendiri telah mengakui menggunakan paus sebagai mata-mata. Dan stasiun TV Zvezda Kementerian Pertahanan Rusia menyiarkan sebuah program yang bereksperimen dengan ikan paus dalam upaya untuk membunuh penyusup serta tujuan militer lainnya.

Baca juga: Shanghai Mencatat Hari Terpanas 36,7C di bulan Mei Dalam 100 Tahun Terakhir

Pensiunan kolonel Rusia, Viktor Baranets menepis kekhawatiran atas paus beluga yang muncul kembali sebagai ketakutan semata. Ia bersikeras menyebut bahwa mamalia laut itu berasal dari lembaga penelitian sipil di St Petersburg.

Namun, saksi di Hunnebostrand, Swedia, melaporkan bahwa mereka mengamati paus tersebut yang menunjukkan gerakan aneh. Paus tersebut terlihat dengan cepat menjauh dari habitat aslinya.

"Kami tidak yakin mengapa paus tiba-tiba mempercepat pergerakannya, terutama karena ia dengan cepat meninggalkan lingkungan biasanya. Bisa jadi karena hormon yang mendorongnya untuk mencari pasangan. Atau bisa juga kesepian karena Beluga adalah spesies yang sangat sosial - bisa jadi dia sedang mencari paus Beluga lainnya." Ungkap Sebastian Strand, seorang ahli biologi kelautan yang berafiliasi dengan organisasi OneWhale seperti dilansir dari Daily express, Selasa (30/5).

Baca juga: Kematian Nefertari Cobra di One Piece Chapter 1085, Ungkap Nama Rahasia dalam Atmosfer Penuh Ketegangan

Menurut Strand, paus itu diperkirakan berusia awal remaja, sekitar 13 hingga 14 tahun, yang merupakan periode yang ditandai dengan aktivitas hormonal yang meningkat. Namun, populasi Beluga terdekat tinggal di kepulauan Svalbard, yang terletak di ujung utara Norwegia. Sejak kedatangan paus di Norwegia pada April 2019, kecil kemungkinannya ia bertemu dengan Beluga lainnya.

Pakar kelautan dari Norwegia menggambarkan perilaku Beluga sebagai "jinak" selama pengamatan yang dilakukan pada April 2019. Setibanya pertama kali di wilayah Kutub Utara Norwegia, ahli biologi kelautan milik Direktorat Perikanan Norwegia mengambil inisiatif untuk melepaskan tali kekang buatan manusia yang ditempelkan pada paus Beluga. Harness menampilkan dudukan yang dirancang khusus untuk kamera aksi, dan jepitan plastik di atasnya bertuliskan 'Peralatan St. Petersburg'.

Paus beluga, yang dapat tumbuh hingga 20 kaki (enam meter) panjangnya dan memiliki umur 40 hingga 60 tahun, biasanya menghuni perairan dingin di sekitar Greenland, Norwegia utara, dan Rusia.