Helo Indonesia

Menlu RI , Sugiono Paparkan Indonesia Ingin Bergabung Dengan BRICS, Apa Itu?

Malda - Internasional
Sabtu, 26 Oktober 2024 10:45
    Bagikan  
Foto
Tangkapan Layar Instagram

Foto - Melalui Menteri Luar Negeri RI, Sugiono Indoneia berkeinginan untuk bergabunng dengan BRICS, apa itu BRICS ?

HELOINDONESIA.COM -

Melalui Menteri Luar Negeri RI, Sugiono Indoneia berkeinginan untuk bergabunng dengan BRICS, apa itu BRICS ?

Keinginan Menlu RI, Sugiono untuk bergabung dengan BRICS dipaparkan saat menghadiri KTT BRICS di Kaza, Rusia, Kamis (24/10/2024).

Menlu RI mengatakan kalau bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan tindakan politik luar negeri bebas aktif. Namun, dia juga menegaskan hal ini bukan berarti Indonesia akan memihak satu kubu tertentu.

Baca juga: Profil Miskah, Kakak Ipar Fadil Jaidi yang Sedang Trending Karena Sedang Diospek Adik Ipar  

Menurut Sugiono tindakan bergabungnya juga bukan merupakan ikut kubu tertentu melainkan untuk berpartisipasi aktif di semua forum.

Tetapi apa sih BRICS itu ?

BRICS merupakan blok ekonomi yang beranggotakan negara-negara berkembang. Nama BRICS sendiri diambil dari nama negara-negara yang menjadi anggota sekaligus inisiatornya. Negara-negara tersebut meliputi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan

Dilansir laman resmi Council on Foreign Relation, BRICS ini berfungsi untuk mengoordinasikan dan memuluskan kerja sama ekonomi negara-negara berkembang. Ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi mereka agar berada sejajar dengan negara-negara maju.

Baca juga: RRQ Hoshi Menuju Final MPL ID S14 dan Amankan Slot ke M6, Viva RRQ !



Sebab, saat ini, kekuatan ekonomi global didominasi oleh negara-negara maju yang berasal dari Eropa, Amerika, dan beberapa dari Asia.

Awalnya, blok ekonomi ini bernama BRIC. Istilah BRIC ini pertama kali dicetuskan oleh Goldman Sachs Jim O'Neill dalam penelitiannya yang dirilis pada 2001. Dalam penelitian tersebut, O'Neill memprediksi bahwa kondisi ekonomi Brasil, Rusia, India, dan China akan berada sejajar dengan negara-negara G7.

Berawal dari riset ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengajak Brasil, India, dan China untuk melakukan pertemuan pada 2009. Pertemuan ini dilakukan guna memperkuat kerja sama ekonomi agar prediksi O'Neill di dalam risetnya menjadi kenyataan.

Baca juga: Profil Matthew Baker, Pemain Timnas Indonesia U17 Keturunan Batak dan Australia



Dari pertemuan tersebut, BRIC akhirnya resmi berdiri. Pertemuan ini juga sekaligus menjadi KTT BRIC pertama di dalam sejarah. Lewat KTT tersebut, Rusia menjadi negara pencetus akan berdirinya BRIC.

Setahun setelah resmi berdiri, Afrika Selatan pun bergabung. Mereka bergabung pada 2010 atas permintaan dan ajakan dari China. Dari sinilah nama BRIC berubah menjadi BRICS seperti yang kita kenal saat ini.