Helo Indonesia

Kasus Pneumonia Mengalami Peningkatan, Kemenkes Imbau Masyarakat untuk Pakai Masker di Ruang Publik

Selasa, 5 Desember 2023 12:55
    Bagikan  
Memakai masker
Pixabay

Memakai masker - Kemenkes Imbau Masyarakat untuk Pakai Masker di Ruang Publik

HELOINDONESIA.COM - Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengimbau kepada para masyarakat untuk memakai masker saat di ruang publik usai meningkatnya kasus pneumonia di Indonesia.

Bahkan Dinkes DKI Jakarta sudah menerima laporan terkait peningkatan kasus pneumonia yang terjadi di Indonesia.

"Kasus sedang banyak, pakai masker di ruang publik dan terapkan cuci tangan," kata Nadia, Selasa (5/12/2023).

Nadia menjelaskan, memakai masker juga dianjurkan bila masyarakat sedang mengalami sakit influenza.

Terlebih lagi jika disertai gejala batuk pilek dan sesak napas.

Baca juga: 11 Pengajuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice Disetujui JAM-Pidum, Berikut Kasusnya

Sebab, gejala utama pneumonia yang menyerang anak-anak di China adalah sesak napas.

Sebaiknya segera berobat ke rumah sakit untuk mendapat diagnosa.

"Pakai masker kalau orang tua atau anak sakit flu. Bila gejala batuk pilek apalagi tambah sesak, segera ke dokter. Orang tua lebih memperhatikan kalau anak ada gejala sesak, karena anak sering tidak sadar. Lalu, tidak bepergian ke daerah yang ada (kasus) pneumonia," tutur Nadia.

Meski kasusnya mengalami peningkatan, Nadia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir.

Hal ini karena penyebab penyakit pneumonia bukan bakteri atau virus baru seperti Covid-19 maupun ebola.

Karena bukan bakteri dan virus baru, cara mendeteksi dan obat penangkalnya sudah ada.

Baca juga: Pameran Lukisan Art Vaganza di Ramayana, Ada Gairah dan Optimisme

Pun sudah ada petunjuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) untuk memperketat surveilance agar lonjakan kasus pneumonia tidak terjadi.

"Pneumonia mycoplasma bukan penyakit baru seperti Covid-19. Penyakit ini (sebelumnya) sudah ada. Dan sudah ada obatnya," jelasnya Nadia.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kenaikan kasus pneumonia yang menyerang anak-anak di China Utara.

Para pasien menunjukkan gejala pneumonia seperti demam, kelelahan, dan batuk.

Hingga saat ini belum ada kasus kematian yang dilaporkan.

Baca juga: Dapat Meningkatkan Daya Ingat hingga Menjaga Kesehatan Jantung, Berikut 6 Manfaat Tidur Siang untuk Orang Dewasa yang Jarang Diketahui

Berdasarkan Komisi Kesehatan Nasional China, kenaikan kasus disebabkan oleh beberapa patogen saluran pernapasan seperti bakteri Mycoplasma pneumonia, virus influenza, dan infeksi respiratory syncytial virus (RSV) serta adenovirus.

Sejauh ini belum ditemukan patogen baru yang bisa menyebabkan pneumonia pada anak.