HELOINDONESIA.COM - Selain sebagai obat tradisional, daun kelor juga dalam tradisi nusantara dikenal dari segi mistis dan magisnya.
Tapi di era modern ini, kelor itu lebih diperhatikan sebagai sebuah tanaman yang bisa dimanfaatkan karena kandungan unsur gizinya yang sangat tinggi.
Jadi sudah gizinya yang sangat tinggi dan penggunaannya difokuskan kepada kesehatan.
Hal ini diungkapkan Syahrani Devi, akademisi sekaligus pengusaha budidaya kelor seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Senin (20/1/2025).
Baca juga: Memasak Sesuatu Hingga Menjadi Asupan Kesehatan Jamu itu Teknologi
Moringga atau drumstick tree saat ini dikonsumsinya masih sebatas bentuk food atau makanan.
Jadi bagaimana cara kita mengkonsumsi?
Menurut Syahrani Devi, muncul beberapa komunitas yang akan membuat kita lebih mengenal bagaimana bisa mengkonsumsi kelor dalam arti kata sebagai pangan dan juga sebagai obat-obatan.
"Penelitiannya itu sendiri sudah sangat banyak. Kalau kita lihat di dunia ini mungkin sudah ada tiga ribu jurnal dibuat sebagai uji penggunaan kelor untuk berbagai jenis penyakit. Baik itu untuk luar penyakit dalam atau penyakit luar," paparmya.
Baca juga: 3 Bulan, 13 Rumah Panggung Terbakar, Kali ini 3 Rumah di Karya Penggawa
Kalau kita lihat Moringga sebagai suplemen kesehatan bagaimana?
Dikatakan Syahrani, lembaga kesehatan dunia WHO itu sudah mengatakan bahwa Moringga atau kelor ini sebagai pohon ajaib atau miracle tree, tree of life atau mother best friend.
"Ini sebutan yang diberikan oleh dunia luar sana atau WHO juga terhadap pohon yang kelor Ini.
Sementara di Indonesia sendiri dia ini memiliki begitu banyak kata-kata.
Baca juga: Arinal Diberhentikan, KONI Pusat Tunjuk Budhi Plt Ketum KONI Lampung
"Ada yang menyebutnya kelor, ada Moringga, bahkan ada juga yang menyebutkan pohon mistis," tandasnya.
