HELOINDONESIA.COM - Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah mendefinisikan ciri-ciri seseorang disebut sehat secara mental.
Ada empat ciri yang disebutkan organisasi dengan nama World Health Organization tersebut.
Ciri yang pertama adalah potensi yang dimiliki seseorang bisa dimaksimalkan.
"Karena pasti kita semua punya potensi masing-masing. Potensi tersebut bisa mengemuka ketika kondisi normal," papar Vivid Devianti atau akrab disebut Vivid Sambas, seorang Hipnoterapis Klinis seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Kamis (3/7/2025).
Baca juga: Bertambah, Ada 225 SHM di TNBBS Lampung Barat
Ciri pertama ini akan teruji ketika seseorang kehilangan pekerjaannya.
Mungkin saja sebelumnya orang tersebut memiliki aktivitas dan rutinitas kerja.
"Ada potensi diri yang masih terpendam. Nah pada saat chaos, pada saat perubahan besar terjadi, harus di-PHK misalnya atau kejadian lainnya sehingga rutinitas tersebut hilang," ujar Vivid.
Di sinilah, lanjutnya, orang tersebut perlu menggali potensi-potensi diri yang mungkin masih terpendam dan belum dimaksimalkan.
Baca juga: Weleh-Weleh, SuperApps Lampung-In Baru Diunduh 10 Ribu Akun? Warga Lampung, Ayo!
Sebab sebelumnya mungkin masih belum belum ada waktu karena punya rutinitas yang dikerjakan. Begitu kehilangan pekerjaan, maka potensi diri itulah yang harus digali.
Kedua produktif dan berkah harapannya. Vivid mencontohkan saat kita di dalam misalnya menggunakan gadget, nah apakah teknologi tersebut hanya sekadar konsumtif atau bahkan bisa produktif.
"Tapi saya kira karena di sini para pengusaha pastinya produktif ya. Karena kita pegang gadget itu selalu ngelihat ada orderan masuk gitu," katanya.
Ketiga adalah tangguh terhadap tekanan. Di sini diuji kemampuan kita untuk beradaptasi.
Baca juga: Manusia Tercepat di Jateng Open 2025, Rizky dan Dina Aulia Berlari Sejak Masa Pelajar
Seseorang akan merasakan resiliensi wajar, mengalami fase resisten, fase chaos hingga terjerembab.
"Seberapa kuat kita berada di fase-fase ini karena pada saat perubahan itu wajar ada fase-fase seperti itu," tambahnya.
Pertanyaannya, harus berapa lama Anda ada di fase chaos, fase terjerembab tersebut.
"Itu yang menjadi PR kita bersama untuk sama-sama tangguh dan bangkit lagi," jelasnya.
Baca juga: Dana Desa Marga Kencana Tubaba Diduga Fiktif dan Mark Up, APH Diminta Masuk
Keempat adalah mampu berkontribusi. Bahkan enggak bicara pada diri sendiri lagi tetapi sudah kepada sesama.
"Kesehatan mental kita teruji ketika kita bisa memberikan sesuatu (yang positif) kepada sesama. Termasuk keluarga kita pasti. Keluarga yang harmonis itu menandakan sehat mental," paparnya.
Kuncinya apa?
Vivid menegaskan self awarenesse atau kesadaran diri.
"Sejauh mana kita mengenali dan mengelola diri. Kata kuncinya, kenali diri, kelola diri, berapa sehat mental kita saat ini dengan empat kriteria di atas," tandasnya.
