Helo Indonesia

Peranakan Semarang, Tradisi Kesehatan dan Kebugaran Perpaduan Etnis China, Jawa dan Eropa

M. Haikal - Ragam -> Kesehatan
Selasa, 30 September 2025 19:08
    Bagikan  
Peranakan Semarang
Foto: tangkapan layar

Peranakan Semarang - Salah satu teknik pijat dalam tradisi kesehatan dan kebugaran Peranakan Semarang yang lebih ke arah akupuntur dan akupresur.

HELOINDONESIA.COM - Tradisi Peranakan Semarang atau etna Peranakan Semarang merupakan perpaduan budaya kesehatan dan kebugaran bagi orang Semarang.

Budaya itu muncul karena ada keterpaduan antara kebiasaan etnis Tionghoa dengan budaya lokal Jawa dan pengaruh Eropa.

Tradisi Peranakan Semarang mencerminkan harmonisasi budaya yang kaya dan unik di Kota Semarang.

"Filosofi Peranakan Semarang adalah salah satu etnis di Indonesia yang asal usul leluhurnya berasal dari Tiongkok," papar trainer spa wellness Yoyoh Rohmah Tambera dalam webinar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) pada pekan lalu.

Baca juga: Prinsip Hidup Masyarakat Papua dalam Menjaga Kesehatan dan Kebersamaan Antarumat Beragama

Dari percampuran antaretnis inilah mereka menyebut dirinya dengan istilah tenglang atau hokkien berasal dari kata anak yang artinya melahirkan anak.

"Ada juga istilah Tentang atau Tiochiu dan juga istilah Tengyin alias Hakka," jelas Yoyoh.

Karena ada kalimat anak-anak dari pernikahan campuran lahir di Indonesia dan sebagian besar berdarah campuran China, maka terciptalah Chinese massage atau pijat yang berasal dari China.

"Terapi pijat ini dengan menggunakan teknik olah tubuh yang tinggi menyerupai prinsip-prinsip seperti akupuntur dan akupresur," tambah Yoyoh.

Baca juga: Rumah Depan Disdukcapil Provinsi Porak Poranda Dihajar Angin Kencang

Ada beberapa manfaat yang didapat dari tradisi pijat China ini dalam meningkatkan energi dan imun, serta meningkatkan kekuatan otot.

Manfaat lainnya adalah bisa mengembalikan metabolisme tubuh, mengurangi stres dan rasa lelah mengurangi tekanan darah dan mengembalikan keseimbangan hormon.

"Nah kalau peranakan Semarang ini keunikannya adalah lebih kepada rahim kita (wanita). Jadi sesuai dengan namanya peranakan berasal dari kata anak tadi," ujar Yoyoh.

Dari beragam informasi yang didapat, berikut beberapa contoh tradisi Peranakan Semarang:

Baca juga: Tingkatkan Kompetensi ASN, Pemprov Lampung Jajaki Kerjasama Dengan Universitas Saburai

Pertama, Makanan Khas.

Peranakan Semarang terkenal dengan kuliner unik seperti lumpia Semarang, bandeng presto, dan es teler.

Kedua, Bahasa.

Mereka menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Melayu dengan campuran kata-kata Hokkien.

Ketiga, pakaian adat.

Pakaian adat Peranakan Semarang dipengaruhi oleh gaya Tionghoa dan Jawa, seperti kebaya dan batik.

Keempat, Perayaan.

Mereka merayakan perayaan Tionghoa seperti Imlek dan Cap Go Meh dengan sentuhan budaya lokal.

Baca juga: Bupati Kendal Serahkan Bantuan Mesin Kapal, Jaring dan Asuransi Guna Tingkatkan Produktivitas Perikanan

Kelima, Arsitektur.

Rumah-rumah Peranakan Semarang memiliki arsitektur unik yang memadukan gaya Tionghoa, Jawa, dan Eropa.