LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mendeteksi cengkih asal perkebunan tercemar radiasi nuklir atau radioaktif alias radionuklida (Cs-137) di Provinsi Lampung. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapetan) langsung melacaknya.
Melansir dari New York Post, Kamis (2/10/2025), FDA memblokir seluruh impor rempah dari PT Natural Java Spice usai mendeteksi adanya cesium-137 pada kiriman cengkeh ke California. FDA menyebut perusahaan itu telah mendatangkan sekitar 200 ribu kilogram cengkeh.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal akan menyelusuri dugaan kontaminasi zat berbahaya itu. Dinas Perkebunan bersama tim tengah menyelusurinya, kata Kyay Mirza, Selasa (15/10/2025).
Bapetan juga telah bergerak dari pengolahan cengkih PT Natural Java Spice di Surabaya. Pabrik tersebut ternyata membelinya dari Pati, Jawa Tengah dan Lampung. Ternyata, cengkih yang tercemar radioaktif berasal dari perkebunan di Lampung,
Sumber cengkih yang terpapar Cs-137 sedang dilacak agar segera dilokalisir dan tak merembet ke perkebunan lebih luas di Lampung. "Kontamidasi tidak merambah ke komoditas lain, hanya cengkih dan dalam kadar terbatas," kata Bara Hasibuan.
Ketua Divisi Diplomasi Publik Satgas Penanganan Cs-137 Bara itu mengatakan di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (14/10/2025), cengkih yang terindikasi tercemar jangan diperjualbelikan dulu hingga keluar hasil uji laboratoriumnya.
Bara Hasibuan meminta masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap tenang. Pemerintah akan terus memberikan informasi terkini secara terbuka kepada publik secara berkelanjutan, pungkasnya
Sebelumnya, Negeri Paman Sam memperingati dan menghentikan impor udang dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS) setelah Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) mendeteksi adanya Cs-137 di produk udang yang diekspor ke AS. (HBM)
-
