Helo Indonesia

Terungkap Ternyata Olahraga Bisa Mencegah Kanker, Begini Penjelasanya

Ratu Mandiri - Ragam -> Kesehatan
Jumat, 21 Juli 2023 11:37
    Bagikan  
BERLARI
pixbay

BERLARI - Olahraga ternyata bisa mengurangi kanker

HELOINDONESIA.COM - Suka mageran dan malas olahraga? Nah, kata penelitian, duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko kanker! Lalu, konon berolahraga ternyata bisa jadi solusi.  Begini penjelasanya!

Apa benar aktif bergerak bisa mengurangi risiko kanker?

Yes! Dengan melakukan aktivitas fisik, kamu bisa mengurangi risiko beberapa jenis kanker, seperti payudara, prostat, usus besar, endometrium hingga pankreas.

Para penyintas tumor bahkan bisa mengurangi risiko kembalinya kanker dengan berolahraga lebih sering dan memperbaiki pola makan!

Baca juga: Wali Kota Semarang Inginkan Pasar Tradisional Nyaman untuk Pedagang dan Pembeli

Bagaimana olahraga bisa membantu?

Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan penyebab sekitar 14–20% kematian akibat kanker di Amerika Serikat!

Nah, berolahraga dapat membantu mengontrol berat badan, mengurangi peradangan, mengatur gula darah, serta meningkatkan metabolisme dan fungsi kekebalan tubuh!

Berapa lama kita perlu berolahraga?

Orang dewasa perlu berolahraga dengan intensitas sedang minimal selama 150 menit, atau dengan intensitas berat selama 75 menit setiap minggunya.

Jangan kewalahan dulu, ya! Kamu bisa mulai perlahan, dan tingkatkan intensitasnya secara bertahap.

Apa saja contoh olahraganya?

Aktivitas berintensitas sedang, seperti jalan cepat, menari, bersepeda santai, yoga, golf, softball, atau tenis ganda bisa kamu coba!

Untuk intensitas yang lebih berat, kamu bisa lakukan jogging, berlari, bersepeda cepat, berenang, aerobik, sepak bola, tenis tunggal, atau basket.

Selain olahraga, ada lagikah cara mengurangi risiko kanker?

Sebagai langkah pencegahan, kamu juga bisa menjaga asupan makanan.

Baca juga: Pertanyaan Jokowi Siapa Cawapres Anies Baswedan di Baliknya Adalah Penolakan Pada AHY

Gaya Hidup Meningkatkan Risiko Alzheimer

Para peneliti percaya penyakit Alzheimer tidak disebabkan oleh satu hal, melainkan beberapa faktor, seperti genetik, gaya hidup, dan lingkungan.

Walau faktor risiko, seperti usia hingga riwayat keluarga tidak bisa diubah, namun kamu bisa kontrol dari segi gaya hidup. Yuk, kurangi kebiasaan tak sehat ini!

Banyak konsumsi gula

Sering makan gula dan banyak konsumsi karbo? Nah, ternyata hal ini bisa menyebabkan pembengkakan
dan penumpukan plak di otak. Akibatnya, terjadi penurunan fungsi kognitif dan peningkatan risiko penyakit Alzheimer!
Sebagai gantinya, yuk, mulai konsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral, seperti buah dan sayur!

Tidak aktif bergerak
Yakin masih mau mageran? Kurang berolahraga ternyata bisa memperlambat kerja otak, dan bahkan menyebabkan beragam penyakit, lho!
Nah, aktif bergerak dapat meningkatkan detak jantung, serta melepaskan endorfin yang meningkatkan aliran darah ke otak dan menjaga kesehatan otak!

Baca juga: Berbagi Ilmu Busana kepada Siswa SMK Ibu Kartini, Samuel Wattimena: Jangan Pilih Kain Dipadankan dengan Warna Kulit Tangan

Tidak cukup tidur
Niatnya bergadang dan menyelesaikan pekerjaan, tapi ternyata kurang tidur malah menurunkan produktivitas dan konsentrasi, lho!
Kekurangan tidur dalam jangka panjang berhubungan dengan penurunan kognitif dan dapat
menyebabkan penyakit Alzheimer. Untuk itu, cukupi kebutuhan tidur selama 7–8 jam/hari, ya!

Dehidrasi
Coba yuk minum 8 gelas air dalam sehari! Kurang minum atau konsumsi makanan yang mengandung air bisa menyebabkan dehidrasi dan memicu demensia.

Terlalu banyak minum alkohol
Dalam jangka panjang, konsumsi alkohol yang tinggi bisa membahayakan otak dan meningkatkan risiko
demensia.

Jadi, sudah siap mulai hidup sehat?