Helo Indonesia

Jangan Percaya Tahayul, Berikut Fakta Medis Tentang Penyebab Mati Suri yang Perlu Anda Ketahui

Syahroni - Ragam -> Kesehatan
Minggu, 13 Agustus 2023 20:30
    Bagikan  
Ilustrasi
pixabay

Ilustrasi - Penyebab seseorang mati suri.

HELOINDONESIA.COM - Pernahkah Anda mendengar kisah seseorang yang sudah dinyatakan meninggal dunia, namun hidup kembali? Yah, di Indonesia fenomena ini umum disebut dengan mati suri.

Dalam dunia kedokteran, mati suri biasa disebut dengan sindrom lazarus. Sindrom Lazarus mengacu pada sirkulasi darah Anda yang kembali secara spontan setelah jantung Anda berhenti berdetak, dan gagal memulai kembali meskipun dilakukan resusitasi kardiopulmoner (CPR). Singkatnya, bangkit dari kematian.

Lazarus sendiri diambil dari nama tokoh dalam Alkitab yang muncul dari kuburnya dalam keadaan hidup dan sehat 4 hari setelah kematiannya.

Sindrom ini dinamai menurut namanya karena ketika sirkulasi Anda secara spontan dimulai kembali, sepertinya Anda telah kembali dari kematian.

Baca juga: Benarkah Kopi Bisa Menghambat Pertumbuhan Tinggi Badan Anak-Anak dan Remaja? Ini Faktanya

Penyebab mati suri belum bisa diketahui secara pasti. Namun ada beberapa kondisi yang kemungkinan menjadi pemicunya, seperti:

1. Udara terperangkap dalam paru-paru

Dalam kondisi medis tertentu, tindakan CPR bisa membuat udara terperangkap dalam paru-paru.

Saat udara menumpuk, tekanan di dalam dada akan meningkat, yang menyebabkan aliran darah tersumbat ke jantung.

Hal ini bisa membuat jantung kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh yang akhirnya membuat jantung berhenti berdetak.

Namun, saat CPR dihentikan, udara yang terperangkap bisa mulai kembali meninggalkan paru-paru dan mengurangi tekanan di dalam dada.

Akhirnya, darah akan kembali mengalir ke jantung dan membuatnya kembali bekerja dengan sendirinya.

2. Efek obat yang tertunda

Mati suri atau jantung kembali tiba-tiba berdetak juga bisa dikarenakan efekobat yang tertunda saat CPR. Obat yang diberikan selama CPR perlu mencapai jantung untuk bisa bekerja.

Baca juga: Mengungkap Mitos dan Fakta, Seputar Cara Perawatan dan Bahan Alami Pemutih Gigi Anda

Ketika udara yang terperangkap dalam paru-paru menghentikan darah kembali ke jantung, apa pun yang ada dalam darah, termasuk obat yang diberikan melalui infus tidak dapat masuk.

Namun, setelah perangkap udara teratasi dan tekanan di dada cukup rendah, darah akan mengalir ke jantung, membawa obat bersamanya.

Jika obatnya efektif, sirkulasi akan kembali secara spontan dan membuat jantung tiba-tiba kembali bekerja.

3. Hipotermia

Hipotermia terjadi ketika tubuh mengalami penurunan temperatur ekstrem karena terpapar dingin dalam waktu lama.

Hipotermia membuat detak jantung dan napas seseorang menjadi sangat lambat, hingga pada titik tertentu tidak lagi terdeteksi. Itulah mengapa dokter bisa menganggapnya telah meninggal dunia.

Salah satu penjelasannya adalah ketika seseorang mengalami hipotermia, sirkulasi darah telah berhenti. Namun, saraf sebenarnya masih bekerja hanya saja terlindungi berkat paparan dingin ekstrem.

Baca juga: Kondisi Medis Apa Saja yang Harus Dirawat di ICU? Begini Penjelasan Lengkapnya

4. Defibrilasi

Selama CPR, defibrillator dapat digunakan untuk mengirimkan kejut listrik ke jantung untuk mencoba menghidupkannya kembali atau mengatur ulang irama jantung yang tidak teratur.

Terkadang, respon jantung yang dihasilkan dari kejutan defibrillator membutuhkan jeda waktu. Jika cukup lama, jantung mungkin akan berhenti terlebih dahulu dalam beberapa waktu dan kemudian kembali berdetak karena aliran darah kembali secara tiba-tiba.

5. Hiperkalemia

Hiperkalemia adalah kondisi saat kadar kalium dalam darah terlalu tinggi. Hal ini bisa menyebabkan Lazarus syndrome, karena dikaitkan dengan sirkulasi spontan yang tertunda.

Karena sangat sedikit kasus sindrom Lazarus yang dilaporkan akibat kondisi ini, maka akan sulit untuk mengetahui bagaimana sirkulasi spontanyang tertunda dapat menyebabkan mati suri.