Helo Indonesia

Sudah Menyebar di 6 Provinsi, Ketua DPR RI Minta Masyarakat Waspadai Penyebaran Covid-19 Varian Eris

Syahroni - Ragam -> Kesehatan
Selasa, 22 Agustus 2023 19:48
    Bagikan  
Puan Maharani
Laman DPR

Puan Maharani - Ketua DPR Puan Maharani.

HELOINDONESIA.COM - Varian baru Virus Covid-19 kembali mendominasi Tanah Air. Menurut data Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes, varian baru bernama EG. 5.1 atau varian Eris ini sudah mendominasi Tanah Air sejak Juli hingga Agustus 2023, dengan persentase kasus positif sekitar lebih dari 20 persen.

Varian virus tersebut juga sudah menyebar di 6 provinsi di Indonesia, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan DKI Jakarta. Eris diketahui memicu peningkatan kasus di Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Karena sudah ditemukan di 36 negara, Eris kini dalam pemantauan WHO.

Baca juga: Status Pandemi Akan Dicabut, Pemerintah Tak Lagi Tanggung Biaya Pasien Covid-19

Menanggapi hal ini, Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta masyarakat untuk mewaspadai virus ini. Pemerintah juga diminta untuk melakukan langkah antisipasi agar varian yang juga disebut Eris itu tidak menyebabkan ledakan kasus baru.

"Meskipun kita sudah memasuki fase endemi, saya mengimbau agar masyarakat mewaspadai adanya virus baru Covid-19. Pemerintah juga harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah segala kemungkinan yang akan merugikan masyarakat akibat varian ini,” ucap Puan dikutip dari situs resmi DPR RI, Selasa (22/8).

Puan menilai sistem deteksi di Indonesia sudah cukup baik sehingga cepat diketahui adanya penyebaran virus ini. Untuk itu ia ia meminta Pemerintah kembali menggencarkan testing kepada masyarakat. 

Baca juga: Pandemi Covid-19 Berakhir, Menko Muhadjir: Pemerintah Tidak Lepas Tangan

Dengan pemantauan yang ketat, kata Puan, diharapkan dapat mengurangi penyebaran Eris yang lebih masif.

"Dengan kembali memperbanyak testing, Pemerintah dapat mengantisipasi proses penyebaran virus tersebut. Hal ini diharapkan bisa menjadi langkah awal, untuk memutus mata rantai penyebaran virus," ungkapnya.

Selain itu, Puan juga mendorong Kementerian Kesehatan agar melakukan surveilance dan monitoring penuh terhadap pasien-pasien yang terdeteksi terpapar virus varian Eris.

"Harapannya penyebaran virus tersebut bisa ditekan sehingga kita tidak lagi masuk kedalam fase pandemi akibat virus Covid-19," tegas Puan.

Lebih lanjut, Puan meminta Pemerintah memberi penjelasan lebih lanjut mengenai informasi soal virus Eris. Tak hanya soal tingkat penyebarannya, tapi juga seberapa bahaya ancaman dari varian ini.

Baca juga: Isu Vaksin Covid-19 Berbayar, Kemenkes : Masih Dikaji

“Penjelasan dan edukasi terkait varian baru Covid-19 akan meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mengurangi kekhawatiran warga. Masyarakat juga dapat melakukan langkah-langkah antisipasi yang tepat bagi keluarga mereka masing-masing,” katanya.

Berdasarkan catatan Kemenkes, rata-rata tes harian Covid-19 hanya berada di kisaran 2 sampai 4 ribu tes sepanjang Agustus 2023.

Angka tersebut jauh lebih rendah dari catatan Juli 2023 yakni di angka 5 hingga 6 ribu testing per hari.

Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat tengah menyiapkan vaksin dosis terbaru untuk mengantisipasi penyebaran virus Eris. Pemerintah diimbau meniru langkah tanggap yang dilakukan AS terhadap penyebaran virus tersebut.

"Jangan sampai kita lengah. Kita sudah punya pengalaman saat Pandemi Covid-19, serta kita juga sudah berhasil menciptakan vaksin dari dalam negeri. Jadi saya mendorong perlunya dilakukan penambahan vaksin Eris untuk masyarakat sebagai salah satu langkah antisipasi," tutur Puan.

Baca juga: WHO: Waspada, Pandemi di Masa Depan Akan Lebih Mematikan daripada Covid-19

Upaya antisipasi yang lebih pun diperlukan mengingat saat ini Indonesia tengah mengalami musim kemarau ekstrem yang memicu berbagai dampak buruk, termasuk memburuknya kualitas udara. Bahkan peningkatan polusi udara di Jabodetabek menyebabkan banyak masyarakat terserang penyakit.

Oleh karenanya, Puan mendorong fasilitas kesehatan harus bersiap untuk segala skenario yang terjadi akibat polusi udara dan penyebaran varian Eris.

"Kondisi udara yang memburuk di Jabodetabek masih menjadi PR kita bersama dan membuat masyarakat rentan terkena penyakit khususnya di saluran pernapasan. Virus Eris pun menyerang di bagian tersebut, jadi harus ada langkah antisipatif," terangnya.

Di sisi lain, Puan mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta yang memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN. Menurutnya, hal tersebut juga bisa menjadi langkah antisipasi penyebaran virus Eris.
"Kebijakan WFH bagi ASN saya rasa baik, selain untuk mengurangi kemacetan dan memperbaiki udara WFH juga berperan dalam mengantisipasi penyebaran virus Eris," papar Puan.