Gangguan Mineral Tulang, Efek yang Kerap Dilupakan Penderita Penyakit Ginjal Kronis

Sabtu, 16 Desember 2023 17:34
Gangguan ginjal dapat mengurangi produksi vitamin D aktif yang penting untuk penyerapan kalsium. Foto: tangkapan layar

HELOINDONESIA.COM - Mereka yang sudah keburu terjangkit penyakit ginjal kronis ada beberapa yang perlu diingat.

Pasalnya, penyakit ginjal kronis kerap meninggalkan efek pada seseorang.

Kadang sering dilupakan adalah gangguan mineral tulang.

"Sebuah kondisi serius yang dapat mempengaruhi kualitas hidup," ujar dokter Internist Nephrologist Dana Pramudya seperti dikutip dari akun X @danapramudya pada Sabtu (16/12/2023).

Menurutnya, penyakit ginjal kronis (PGK) sering menyebabkan ketidakseimbangan mineral dalam tubuh, sehingga pada gilirannya mempengaruhi kesehatan tulang.

Baca juga: Di Depan Kiai dan Nyai Bekasi, Ganjar Siap Perjuangkan Kesejahteraan Guru Ngaji

"Kondisi ini terjadi karena ginjal yang rusak tidak dapat mempertahankan keseimbangan kalsium dan fosfat yang optimal, yang penting untuk kesehatan tulang," utasnya.

Ditegaskannya, salah satu masalah utama dalam PGK adalah hiperfosfatemia, di mana terjadi penumpukan fosfat dalam darah.

"Ini dapat menyebabkan penurunan kadar kalsium, memicu pelepasan hormon paratiroid yang berlebihan, selanjutnya melemahkan tulang," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, gangguan ginjal dapat mengurangi produksi vitamin D aktif yang penting untuk penyerapan kalsium.

Dikatakan dr Dana, tatalaksana gangguan mineral tulang pada pasien PGK melibatkan beberapa strategi.

Baca juga: Hari Jalan 2023, Kementerian PUPR Gelar Lomba Gokart Listrik Pertama di Indonesia

Pertama, pengaturan diet untuk mengontrol asupan fosfat sangat penting.

Makanan seperti daging merah, produk susu, dan makanan olahan tinggi fosfat harus dikurangi.

Kedua, dokter mungkin meresepkan pengikat fosfat untuk mengurangi penyerapan fosfat dari makanan.

Pengelolaan kadar kalsium juga krusial.

Ini bisa melibatkan suplemen kalsium atau pengobatan untuk menyeimbangkan kadar kalsium dan fosfat.

Vitamin D aktif sering diresepkan untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan membantu menjaga kesehatan tulang.

Ketiga, penting untuk memantau secara rutin.

Baca juga: Caleg DPR RI Putri Zulhas Diduga Kampanye Libatkan Anak-Anak

Tes darah dan urin dapat membantu mengevaluasi keseimbangan mineral dan fungsi paratiroid.

Selain itu, pengawasan oleh tim kesehatan yang melibatkan ahli diet, nefrologi, dan endokrinologi dapat membantu mengelola kondisi ini secara efektif.

Keempat, pencegahan lebih awal dan manajemen yang tepat dapat membantu mencegah atau memperlambat progresivitas gangguan mineral tulang.

"Yang paling penting lagi, pastikan kualitas hidup yang lebih baik bagi penderita penyakit ginjal," tandasnya.

Berita Terkini