SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tim kampanye Jampi Kalcer turut memeriahkan rangkaian kegiatan Dies Natalis Universitas Semarang (USM) dengan menghadirkan booth edukasi yang mengangkat tema pelestarian budaya minum jamu di kalangan generasi muda pada Minggu 21 Juni 2026 lalu.
Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat mengenal lebih dekat berbagai jenis jamu tradisional serta manfaatnya bagi kesehatan.
Sebagai upaya menarik minat pengunjung, tim Jampi Kalcer membagikan jamu secara gratis dan menghadirkan berbagai aktivitas interaktif. Mini games panahan menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati oleh peserta.
Baca juga: Jaga Mahkota Unggul, Kebersamaan Tanpa Batas Warnai Dies Natalis ke-39 USM
Selain itu, terdapat pula aktivitas “Satu Kata untuk Jampi Kalcer”, yaitu kegiatan menuliskan satu kata yang menggambarkan kesan, harapan, atau pandangan pengunjung terhadap jamu dan kampanye yang dijalankan.
Ketua Tim Jampi Kalcer, Selomita, mengatakan bahwa konsep kegiatan sengaja dibuat lebih santai dan menyenangkan agar jamu terasa lebih dekat dengan generasi muda.
“Kami senang banget bisa ikut meramaikan Dies Natalis USM. Lewat Jampi Kalcer, kami ingin mengenalkan jamu dengan cara yang lebih dekat sama anak muda. Karena itu, kami menghadirkan mini games seperti panahan dan aktivitas ‘Satu Kata untuk Jampi Kalcer agar pengunjung nggak cuma datang untuk mencoba jamu gratis, tetapi juga ikut berpartisipasi dan berbagi kesan mereka tentang jamu. Harapannya, kegiatan yang seru dan interaktif seperti ini bisa membuat generasi muda semakin tertarik mengenal manfaat jamu sekaligus mencintai budaya lokal,” kata Selomita dalam keterangannya Senin 21 Juni 2026.
Baca juga: Agustina Siapkan Gebrakan 2027, Kota Semarang, Bakal Penuh Festival, Seni dan Budaya
Sementara itu, Puspa Caterina selaku anggota tim Jami Kalcer menjelaskan bahwa antusiasme pengunjung selama kegiatan berlangsung sangat tinggi. Menurutnya, banyak peserta yang tertarik untuk mencoba jamu setelah mengikuti berbagai aktivitas yang disediakan di booth.
“Respons pengunjung sangat positif. Banyak yang awalnya hanya tertarik ikut permainan, tapi akhirnya juga mencoba jamu dan bertanya tentang manfaatnya. Dari kegiatan ini kami melihat bahwa sebenarnya anak muda cukup terbuka untuk mengenal jamu, asalkan disampaikan dengan cara yang menarik dan tidak membosankan,” tutur Puspa Caterina.
Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang mencoba permainan, mengisi dashboard yang telah disediakan, hingga mencicipi jamu yang dibagikan secara gratis. Berbagai kata positif yang dituliskan pengunjung menunjukkan bahwa jamu masih memiliki tempat di hati masyarakat, terutama ketika dikemas dengan pendekatan yang kreatif dan menarik.
Melalui partisipasinya dalam Dies Natalis USM, Jampi Kalcer berharap dapat terus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal, melestarikan, dan menjadikan jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari. (Aji)