HELOINDONESIA.COM - Apakah kamu pekerja kantoran yang hampir menghabiskan waktu seharian dengan duduk?
Memang, duduk terlalu lama terkadang tidak bisa dihindari, apalagi jika berurusan dengan pekerjaan dan segala kegiatan yang harus diselesaikan di kantor. Contohnya ketika Anda harus bekerja, membuat laporan atau rapat berjam-jam dengan klien.
Namun faktanya duduk terlalu lama juga bisa memicu gangguan kesehatan. Apalagi jika duduk melebihi lima hingga enam jam tanpa rebahan, karena otot dan saraf perlu diregangkan.
Sebagai solusinya, Anda perlu berjalan di sekitar kantor selama beberapa menit. Ketika duduk terlalu lama maka akan semakin banyak masalah kesehatan yang dapat menyerang tubuh.
Baca juga: Loker BUMN Bank BNI 2024: Lulusan SMA dan SMK Boleh Melamar, Cek di Sini Syarat dan Kualifikasinya
Kondisi ini akan diperparah saat Anda bekerja dengan duduk terlalu lama dan ditambah pola makan yang salah. Bahkan bisa semakin parah jika tidak menyertai dengan berolahraga. Sebab tubuh perlu dilatih setiap hari supaya kesehatan tetep terjaga.
Lalu, apa saja bahaya jika keseringan duduk terlalu lama? Berikut ulasan selengkapnya:
1. Menambah Berat Badan
Tak sedikit para pekerja kantoran kembali duduk selepas istirahat makan siang. Namun sebaiknya berhati-hati, dan hindari hal demikian.
Sebab duduk terlalu lama apalagi selepas makan bisa menyebabkan isi perut tertekan, sehingga memperlambat proses pencernaan makanan.
Baca juga: Wisata Haritage Direvitalisasi, Seperti ini Rencananya Wisata Kota Tua Surabaya Nantinya
Perlu diketahui, pencernaan yang lambat dapat menyebabkan perut kram, kembung, konstipasi, serta ketidakseimbangan mikroba baik yang membantu pencernaan makanan sehingga dapat tertimbun menjadi lemak dan menambah berat badan.
2. Berisiko Terkena Penyakit Jantung
Duduk terlalu lama diklaim bisa berisiko terkena penyakit jantung. Kok bisa? Karena ketika duduk terlalu lama, aliran dalam pembuluh darah akan melambat, sehingga semakin sedikit lemak tubuh yang terbakar. Akibatnya, asam lemak pun bisa dengan mudah menyumbat jantung.
Terkait hal ini, sebuah studi penelitian yang telah diterbitkan pada Journal of The American College of Cardiology menemukan wanita yang duduk rata-rata hingga 10 jam per hari itu memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang hanya duduk lima jam atau kurang per hari.
Baca juga: Kejam! Ini Profil Ossy Claranita Dalang Pembunuhan Suami di Karawang
Bahkan kemampuan tubuh merespons insulin juga akan dipengaruhi oleh lamanya Anda duduk ketika bekerja.
3. Mudah Terkena Diabetes
Semakin lama Anda duduk, justru akan menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah berlebih, lalu dapat menyebabkan penyakit diabetes.
Sebuah penelitian yang dirilis oleh Diabetologia menyebut bahwa orang yang duduk lebih lama memiliki risiko terkena diabetes dua kali lebih besar dibandingkan yang tidak membiarkan dirinya duduk terlalu lama.
Duduk lebih dari 8 jam juga diasosiasikan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 90 persen.
4. Menurunkan Kemampuan Otak
Duduk terlalu lama saat bekerja seperti menyelesaikan berbagai macam masalah di kantor, mengatur jadwal, serta melakukan aktivitas yang sangat memerlukan pemikiran kritis dapat mengalami penurunan kemampuan otak.
Sebab otak menjadi terlalu lelah akibat duduk terlalu lama di tempat kerja. Kondisi tersebut dikarenakan tidak adanya asupan darah dan oksigen segar ke otak, yang hanya bisa didapatkan seseorang saat menggerakkan otot.
Untuk itu, bergerak aktif meski sebentar dapat mengeluarkan hormon yang mencegah stres, dan juga meningkatkan mood. Ketika tubuh terlalu lama berdiam di satu tempat tanpa pergerakan, otak justru akan bekerja melambat.
5. Memicu Kanker
Bahaya duduk terlalu lama juga ternyata bisa memicu dan meningkatkan risiko penyakit kanker, seperti kanker kolon, kanker payudara, dan kanker endometrium (dinding rahim).
Kondisi tersebut disebabkan karena berlebihnya produksi insulin yang mempromosikan pertumbuhan sel, sehingga ada beberapa sel yang tumbuh tidak terkendali dan menjadi tumor.
Tetapi ketika badan bergerak aktif, antioksidan dapat bekerja dengan baik untuk menghilangkan risiko kanker karena adanya peran radikal bebas. Sementara jika duduk terlalu lama, antioksidan tidak bekerja maksimal sehingga radikal bebas lebih banyak terkandung dalam tubuh.
Berdasarkan sebuah studi dari British Journal of Sports Medicine, duduk terlalu lama dapat menyebabkan risiko kanker paru-paru meningkat sebanyak 54 persen, kanker kolon sebanyak 30 persen dan kanker dinding rahim sebanyak 66 persen.