Hari Tanpa BH Diperingati Setiap Oktober, Pro Kontra

Sabtu, 12 Oktober 2024 08:42
Pro-kontra No Bra Day Istimewa

HELOINDONESIA.COM -No Bra Day (Hari tanpa BH) adalah peringatan tahunan yang diadakan setiap tanggal 13 Oktober untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara.

Pada hari ini, wanita didorong untuk tidak memakai bra sebagai simbol dukungan terhadap kesadaran kanker payudara dan untuk mempromosikan kesehatan payudara,

BRA Day pertama kali dilaksanakan di Women's College Hospital dan Toronto General Hospital dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang pilihan rekonstruksi payudara bagi penyintas kanker.

Waspada 

Baca juga: Perhatikan Bakal Ada Operasi Zebra, Catat Tanggal dan Sasaran Operasi

Pada tahun 2012, acara ini diperluas ke Amerika Serikat dan berkembang menjadi No Bra Day, yang kini dirayakan secara luas. Di tahun tersebut, sekitar 400.000 orang ikut berpartisipasi dalam No Bra Day, dengan 250.000 unggahan terkait yang dibagikan di media sosial.

No Bra Day juga bertujuan untuk mendorong wanita melakukan pemeriksaan payudara secara rutin dan mengenali gejala awal kanker payudara.

Kontroversi No Bra Day

Namun, No Bra Day juga menuai kontroversi. Beberapa orang menganggapnya sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kanker payudara.

Waspada 

Baca juga: Mengapa Orang Diabetes Tiba-tiba Malah Kekurangan Gula

Sementara yang lain merasa bahwa acara ini dapat mengeksploitasi tubuh wanita dan meremehkan seriusnya penyakit kanker payudara, Dikutip dari CNET, ada beberapa postingan di media sosial yang dianggap tidak sesuai, seperti unggahan dari Selena Gomez yang mengenakan kemeja transparan dengan pesan "Selamat Hari Tanpa Bra".


Bubungan Bra dan Kanker

Ada beberapa mitos yang mengaitkan penggunaan bra dengan kanker payudara, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Mitos ini sering kali menyebutkan bahwa bra, terutama bra berkawat, dapat menghalangi aliran cairan getah bening dan menyebabkan penumpukan racun di payudara, yang kemudian memicu kanker.

Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan bra dan risiko kanker payudara. Sebuah studi pada tahun 2014 yang melibatkan lebih dari 1.500 wanita tidak menemukan bukti bahwa memakai bra, termasuk bra berkawat meningkatkan risiko kanker payudara. American Cancer Society juga menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa bra dapat menyebabkan kanker payudara.

Faktor risiko utama untuk kanker payudara meliputi genetika, usia, hormon, radiasi, berat badan, dan gaya hidup, bukan penggunaan bra.***

Berita Terkini