HELOINDONESIA.COM - Nyeri otot dan sendi tak bisa dihindarkan. Terutama nyeri akibat cidera ringan, arthritis, atau nyeri haid.
Termasuk juga otot ketika kaku pun bisa mengganggu fleksibilitas dan rentang gerak.
Ada satu metode untuk mengurangi atau mengatasi gejala tersebut, yakni dengan terapi panas atau thermal terapi.
Metode ini dapat mempercepat penyembuhan jaringan, membantu memperbaiki jaringan yang rusak akibat cidera, meredakan stres dan ketegangan. Sehingga membantu merelaksasi otot dan pikiran.
Terapi panas atau thermal terapi adalah metode pengobatan yang memanfaatkan panas untuk meredakan berbagai keluhan kesehatan.
Baca juga: Kejari Konawe Selatan Hadiri Sidang Putusan Sela di PN Andoolo
Panas yang diaplikasikan pada tubuh dapat membantu mengurangi nyeri, mengurangi peradangan, meningkatkan sirkulasi darah, dan merelaksasi otot.
Ketika panas diaplikasikan pada tubuh, pembuluh darah akan melebar (vasodilatasi).
Tentu saja ini menyebabkan aliran darah meningkat ke area yang diobati, sehingga peningkatan aliran darah dapat membantu membawa oksigen dan nutrisi ke jaringan yang cidera, sehingga mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi rasa sakit.
Terapi panas juga bisa mengurangi peradangan.
Panas dapat membantu mengurangi peradangan dengan meningkatkan metabolisme sel dan mempercepat proses penyembuhan.
Terapi panas juga membantu melemaskan otot yang tegang dan kaku, sehingga mengurangi nyeri otot dan meningkatkan fleksibilitas.
Baca juga: Senjata AS Dapat Ditembakkan ke 10.000 Tentara Korea Utara di Ukraina
Terapi panas dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
Pertama, kompres panas.
Menggunakan handuk yang dibasahi air hangat atau kantong berisi gel panas.
Kedua, mandi air hangat.
Merendam tubuh atau bagian tubuh yang sakit dalam air hangat.
Ketiga, menggunakan bantal penghangat.
Menggunakan bantal yang dipanaskan secara elektrik.
Keempat, sauna atau ruang uap.
Menjalani terapi panas dalam ruangan dengan suhu tinggi dan kelembaban tinggi.
Namun jadi catatan, kamu harus menghindari terapi panas ketika:
Pertama, kondisi perdarahan aktif.
Panas dapat meningkatkan aliran darah dan memperparah perdarahan.
Kedua, saat mengalami luka bakar.
Panas dapat memperburuk luka bakar.
Ketiga, infeksi.
Panas dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.
Keempat, saat kondisi medis tertentu.
Beberapa kondisi medis, seperti penyakit jantung atau diabetes, mungkin memerlukan perhatian khusus sebelum melakukan terapi panas.