HELOINDONESIA.COM - Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menimbulkan berbagai komplikasi berbahaya, seperti penyakit jantung dan stroke yang bisa berujung pada kematian.
Beberapa penderita hipertensi mungkin akan membutuhkan bantuan obat darah tinggi untuk mengatasi hipertensi.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika angka tekanan darah di atas 130/80 mmHg.
Angka 130 berarti tekanan darah sistolik. Sedangkan untuk 80 adalah tekanan darah diastolik.
Baca juga: Jauh Berbeda dengan Susu Sapi, Berikut 13 Efek Samping Susu Almond Yang Harus Anda Ketahui
Sistolik adalah tekanan darah di saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh.
Sementara diastolik adalah tekanan darah saat jantung beristirahat sebelum memompa darah kembali.
Akibat hipertensi ini akan mengakibatkan berbagai macam masalah pada kesehatan seperti sakit kepala, penyakit jantung, penyakit ginjal dan lain sebagainya.
Untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah salah satunya dengan mengonsumsi tanaman herbal.
Baca juga: Jangan Percaya Rekrutmen Polri Bayar, Pasti Dibohongi
Berikut adalah tanaman herbal yang bisa menurunkan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
1. Seledri
Daun seledri mampu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Khasiat ini diperoleh dari kandungan antioksidan yang mampu melawan aktivitas peradangan.
Kandungan ekstrak heksananya berperan dalam menurunkan tekanan darah. Selain itu, seledri juga memiliki kandungan metanol dan ekstrak etanol.
Zat-zat tersebut dapat meningkatkan sirkulasi, mengurangi peradangan dan membantu menurunkan tekanan darah.
Baca juga: Kapolda dan Puspolkam Diskusi Profesionalitas Polri dan Kemajuan Lampung
Biasanya, pengidap hipertensi mengonsumsinya dalam bentuk jus.
Untuk menurunkan tekanan darah rutinlah meminum segelas jus daun seledri setiap hari. Seledri mengandung fitokimia, yang disebut phthalides.
Sebagai ekstrak, phthalides disebut NBP, dan melemaskan jaringan dinding arteri untuk meningkatkan aliran darah dan mengurangi tekanan darah.
2. kemangi
Kandungan eugenol pada daun kemangi bersifat antioksidan yang ampuh melonggarkan pembuluh darah, mengencerkan darah,
Baca juga: Tiga Pemain Arema FC Dipinjamkan ke Tim Lain, Begini Alasannya
dan melancarkan peredaran darah, sehingga efektif mengurangi tekanan darah tinggi. Daun kemangi mengandung senyawa aktif flavonoid dan magnesium yang dapat
menurunkan tekanan darah. Kandungan zat antioksidan pada daun kemangi seperti flavonoid, eugenol, dan magnesium dipercaya mampu menurunkan tekanan darah tinggi.
Untuk mengolahnya Anda dapat merebus 10-15 lembar daun kemangi bersih dengan 1 gelas air, rebus hingga mendidih.
Setelah mendidih, diamkan air rebusan hingga berubah menjadi kehijauan, setelah itu saring dan tunggu hingga suhu menjadi hangat, lalu tambahkan madu secukupnya.
Baca juga: 10 Manfaat Menakjubkan Akar Teratai untuk Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui
Anda dapat mengonsumsinya 1 atau 2 kali dalam sehari.
3. Bawang putih
Bawang putih adalah bahan alami yang memiliki kandungan mangan, vitamin B6, vitamin C, zat besi, selenium, fosfor, vitamin B1, dan juga kalsium.
Beragam kandungan tersebut mampu mengatasi sejumlah penyakit, termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Sejumlah zat tersebut mampu merangsang tubuh memproduksi zat nitric oxide (NO) dan hydrogen sulphide (H2S) yang mampu menurunkan ketegangan dalam pembuluh darah.
Ketegangan dalam pembuluh darah itulah yang mampu memicu peningkatan tekanan darah. Saat pembuluh darah lebih rileks, otomatis tekanan darah akan ikut menurun.
Baca juga: Usai Nonton Organ Tunggal, Pemuda Asal OKU Bunuh Warga Maringgai
Bukan itu saja, bawang putih juga bekerja dengan menghambat endothelin 1 dan angiotensin II.
Keduanya memiliki efek yang sama dengan zat nitric oxide (NO) dan hydrogen sulphide (H2S).
4. Jahe
Pemberian minuman jahe dapat digunakan sebagai alternatif mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi. Terapi ini bisa dilakukan secara mandiri karena bahan yang dibutuhkan mudah didapat dan terjangkau, serta dapat menurunkan tekanan darah.
Jahe dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) secara alami.
Baca juga: Atasi Masalah Luka pada Kulit Kepala dengan Bahan-bahan Alami Berikut Ini
Jahe memiliki bahan aktif Saponin, Flavonoid, Amine, Alkaloid dan Terpenoid yang bisa membantu dalam menurunkan darah tinggi.
Bahan aktif tersebut bisa membuat turunnya tekanan darah dan bisa juga merelaksasikan pembuluh darah yang efeknya bisa menurunkan tekanan darah.
5. Temulawak
Temulawak mengandung zat kuning kurkumin, minyak atsiri, pati, protein, lemak (fixed oil),selulosa, dan mineral. Temulawak banyak digunakan untuk meningkatkan nafsu makan, memperbaiki fungsi pencernaan, memelihara kesehatan fungsi hati, pereda nyeri sendi dan tulang, menurunkan lemak darah (kolesterol), sebagai antioksidan dan membantu menghambat penggumpalan darah
Baca juga: Publik Cemas, Dua Pasangan Capres-cawapres Picu Polarisasi Seperti Pemilu 2019
Temulawak juga memiliki efek farmakologi zat aktif salah satunya yaitu germakron yang memiliki efek anti-inflamasi (antiperadangan) dan penghambat
edema atau pembengkakan. Selain itu temulawak juga memiliki khasiat sebagai diuretik. Dengan sejumlah zat yang terkandung di dalamnya,
Temulawak efektif untuk menurunkan tekanan darah dan temulawak dapat dijadikan salah satu alternatif untuk menurunkan tekanan darah.
6. Tanaman kumis kucing
Manfaat lainnya adalah menjadi obat alami untuk membantu menurunkan tekanan darah bagi pengidap hipertensi. kumis kucing merupakan obat tradisional yang mempunyai efek diuretik dan mengandung beta bloker sehingga dapat menurunkan tekanan darah.
Baca juga: Pemuda Rudakpaksa Bocah 15 Tahun Hingga Melahirkan di Tubaba
yang mempunyai efek diuretik dan mengandung beta bloker sehingga dapat menurunkan tekanan darah.
Ini karena tanaman kumis kucing mengandung sinensetin yang bekerja aktif sebagai antioksidan, serta bersifat diuretik yang cukup kuat.
Sifat tersebut akan membantu penurunan kadar natrium yang berlebih dalam tubuh kemudian dibuang lewat urine. Dengan demikian,tekanan darah secara alami akan ikut berkurang.
Selain dijadikan campuran ke dalam masakan ternyata bahan - bahan tersebut mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan jantung, pembuluh darah, dan ginjal, yang pada akhirnya berpengaruh pada tekanan darah.