HELOINDONESIA.COM - Akulturasi dalam tradisi Indonesia tidak hanya mencakup pada seni dan budaya semata.
Percampuran budaya asing dan lokal hingga menjadi sebuah kultur baru juga menjadi sejarah panjang tanah air.
Salah satu akulturasi ini tercermin dari beragamnya kuliner nusantara. Banyak jenis jajanan pasar atau makanan yang semula berasal dari negeri lain kini menjadi masakan lokal.
Bahkan dalam perjalanannya, berkat hasil karya rasa pecinta kuliner, masakan ini berciri khas tersendiri dan bisa naik kelas.
Baca juga: Proyek Ngutang PT SMI Rp99 M Diduga Asal-Asalan di Jalan Tirtayasa, Bandarlampung
Salah satu bukti akulturasi budaya yang masih eksis dan digemari banyak kalangan hingga kini adalah bistik.
Berasal dari Belanda, kuliner itu bertransformasi dari potongan daging sapi premium menjadi kuliner dengan harga terjangkau.
Ya, agar ramah di kantong, Nasi Bistik tidak hanya berbahan dari daging sapi saja, tapi juga dengan campuran lauk pauk berupa daging ayam.
Nasi bistik ayam bukan sekadar nasi dan lauk. Hidangan ini merupakan perpaduan harmonis dari berbagai tekstur dan rasa.
Baca juga: Inovasi KERSEN HACKER Meluncur, Disperindag Jateng Targetkan Dubai Jadi Hub Ekspor Global
Potongan ayam --biasanya bagian paha agar tetap jus-- dibalur tepung, lalu digoreng hingga berwarna kuning keemasan.
Nasi Bistik Ayam menjadi bintang utama lantaran tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.
Alasan utama nasi bistik ayam begitu dicintai adalah kenyamanan yang ditawarkannya.
Kendati comfort food, harga Nasi Bistik Ayam jauh lebih terjangkau daripada bistik daging sapi.
Baca juga: Anggota DPRD Lampura Alex Sandar Tabrak Pagar Rumah Orang di Tata Karya
Meski demikian, keduanya bisa memberikan kepuasan rasa yang hampir sama.
Dibalur siraman saus berwarna cokelat mengkilap dengan kombinasi rasa manis, gurih, dan sedikit asam segar dari tomat,menambah kelezatan saus ini.
Ditambah aroma bawang bombay yang karamelisasi, Nasi Bistik Ayam dilengkapi dengan rebusan buncis, wortel, dan kentang goreng potong (wedges atau keripik).
Semua komponen di atas disajikan di atas sepiring nasi putih hangat, atau bahkan nasi goreng mentega untuk variasi yang lebih gurih.
Baca juga: Vonis 5 Tahun Penjara, Pemborong Taman Kota Lampung Tengah
Hidangan ini juga sangat fleksibel, cocok dinikmati sebagai makan siang yang mengenyangkan maupun makan malam yang menghangatkan suasana.
