HELOINDONESIA.COM - Indonesia merupakan negara penghasil ikan tuna terbesar di dunia. Jenis ikan tuna yang ada di Indonesia ada lima, yaitu tuna mata besar (bigeye tuna), madidihang (yellowfin tuna), albakora (albacore), cakalang (skipjack tuna) dan tuna sirip biru selatan (southern bluefin tuna).
Permintaan tuna dunia yang tinggi (cenderung overcapacity) membuat industri tuna kian bergairah dari tahun ke tahun. Produk tuna yang disukai oleh semua kalangan ini membuat harga jualnya makin melambung.
Dengan harga yang terjangkau, ikan tuna memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk mengatasi permasalahan gizi buruk yang masih banyak terjadi di Indonesia.
Baca juga: Dari Otak Monyet Hingga Tikus Panggang, Berikut Ini Daftar Kuliner Ekstrim yang Ada di Indonesia
Selain protein yang tinggi, tuna juga mengandung vitamin A, D, B6, B12 dan kaya akan mineral. Ikan tuna juga kaya akan omega 3 lebih tinggi daripada daging ayam dan sapi yang bermanfaat menjaga kolesterol dan jantung.
Salah satu negara yang cukup menghargai kandungan nutrisi pada ikan tuna adalah Jepang. Di negeri Sakuran, salah satu sajian yang paling umum adalah ikan tuna ini.
Ikan tuna banyak disajikan di restoran Jepang sebagai sushi, sashimi, dan masih banyak makanan lezat lainnya. Berikut beberapa jenis ikan tuna yang paling populer digunakan pada kuliner Jepang di seluruh dunia.
Baca juga: 10 Kuliner Favorit di Jakarta Selatan, Enak Dengan Harga Terjangkau
1. Tuna sirip biru (Bluefin Tuna)
Tuna sirip biru terutama ditangkap di Samudra Atlantik. Mereka adalah tuna terbesar, biasanya berbobot sekitar 600 hingga 1.000 pon.
Tuna sirip biru biasanya disajikan di restoran sushi kelas atas karena sederhananya, ini adalah tuna terlezat yang tersedia di dunia.
Secara khusus, lemak dan proteinnya sangat seimbang, dan potongannya memiliki rasa meleleh di mulut Anda.
2. Tuna sirip biru selatan (Southern bluefin tuna)
Tuna sirip biru selatan mirip dengan tuna sirip biru, tetapi mereka berasal dari Samudra Hindia atau dari tempat lain di belahan bumi selatan termasuk Indonesia.
Baca juga: Kongkow Sambil Kulineran di M Bloc Space, 5 Tempat Berikut Ini Wajib Kalian Sambangi
Tuna ini lebih kecil dari tuna sirip biru, tetapi kualitasnya hampir sama baiknya. Namun sayangnya, spesies ini terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature.
3. Tuna mata besar (Bigeye tuna)
Tidak mengherankan di sini — ini adalah tuna dengan mata besar! Mereka lebih ramping dibandingkan dengan sirip biru, tetapi akami atau bagian daging berwarna paling gelap mereka cenderung berkualitas tinggi.
4. Tuna sirip kuning (Yellowfin tuna)
Sederhananya, tuna dengan sirip kuning. Dari segi rasa, mereka mirip dengan mata besar. Di Jepang, tuna sirip kuning adalah tuna yang paling banyak ditemukan dan disajikan secara luas di banyak restoran sushi kasual.
Baca juga: 7 Kuliner Legendaris Khas Tegal, Ada Rujak Teplak yang Enak dan Bikin Nagih
Ada kemungkinan besar bahwa setiap item menu yang ditandai sebagai "tuna" dan ditawarkan dengan cara dibakar, dihitamkan, diasinkan, atau dimasak di restoran adalah jenis ini.
5. Tuna albakora (Albacore tuna)
Tuna albakora banyak digunakan untuk tuna kalengan. Potongan sushi mereka dapat dikenali dari warna yang lebih terang, kemerahan, dan konsistensi yang lebih kasar daripada rekan-rekan mereka.
Dari segi harga, mereka adalah yang paling terjangkau, jadi di Jepang, Anda akan menemukan albakora di rantai sushi belt-conveyor.