Helo Indonesia

Rilis Album Anugerah Harmoni, Lawang Pitu Siap Hentak Musik Rock Tanah Air

Jumat, 21 Juni 2024 17:48
    Bagikan  
Rilis Album Anugerah Harmoni, Lawang Pitu Siap Hentak Musik Rock Tanah Air

Lawang Pitu

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Di tengah kurang bergairah musik rock di industri musik Indonesia, tidak membuat band anyar untuk mengisi industri musik. Peluang untuk mencari keberuntungan tengah dilakukan oleh grup band yang mengerek nama Lawang Pitu yang melempar album Anugerah Harmoni.

Kehadiran album perdana Lawang Pitu tersebut, sangat mengejutkan karena band yang berdiri tahun 2022, dengan formasi Asisi ''ACC'' Basuki (bass), Tommy Karmawan (gitar), Sadtriyo (gitar), Arief Rahman (drum) dan semula dengan vokalis Doddy Katamsi, setelah enam bulan berubah formasi. Posisi Doddy Katamsi diganti oleh Trison Manurung.

Baca juga: Agnes Mo Dilaporkan Ari Bias ke Polisi Dugaan Pelanggaran Hak Cipta, Begini Kronologinya!

"Melalui karya ini kami harap dapat menambah nuansa musik di Indonesia, khususnya musik rock,'' kata Asisi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 21 Juni 2024.

Album Anugerah Harmoni merupakan album yang diambil dari salah satu judul lagu unggulan di album ini.


Doddy hanya bertahan enam bulan bersama Lawang Pitu. Dia pamit undur diri, dengan alasan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan bagi dirinya untuk mengikuti semua kegiatan Lawang Pitu.

Pilihan pun jatuh ke Trison Manurung, yang notabene adalah vokalis dari band legendaris, Roxx. Trison juga dikenal sebagai alumnus dari Hard Rock Band Edane.

Baca juga: Pemkot Pastikan Bantu Pembangunan Gedung NU, Mbak Ita: Semoga Bermanfaat

Nampaknya, identitas Roxx dan Edane dalam diri Trison, tak terhindarkan. Namun, selama satu bulan penuh ia menaklukkan 10 lagu L7, dan menyanyi dengan cara yang beda, dibanding saat ia bernyanyi Roxx dan Edane.

Yang menarik, salah satu lagu Lawang Pitu, berjudul  Pengkhianat, mempertemukan Trison dengan Eet Sjahranie, gitaris Edane, dalam nomor kritikal bertajuk 'Pengkhianat'. Kebayang apa yang terjadi diantara mereka.

Meski hanya tampil dalam satu lagu, kehadiran Eet mengisi part gitar di album Lawang Pitu, sangat menarik perhatian para metalhead di Indonesia.

Selebihnya, sembilan nomor dari album baru Lawang Pitu ini, gitarnya diisi oleh Sadtriyo (gitaris pertama), dan gitaris muda penuh talenta, Jibonez, sebagai pengganti Tommy Karmawan, gitaris yang memilih menjadi pelukis, meninggalkan Lawang Pitu, lalu hijrah ke Yogyakarta, hingga kini.

Jadi Enerji

Kehadiran Trison dan Jibonez enerjinya dapat didengarkan dalam komposisi lagu Semangat Juang Pertiwi, yang kelak bisa menjadi Anthem Song atau lagu tema bagi Lawang Pitu. Mood lagu yang riang, dengan lirik nan lugas. Menyelipkan kegelisahan dengan narasi ; NKRI, Harga Mati!.

Baca juga: Resep Rahasia Cara Membuat Siomay Bandung Kenyal dan Gurih

Lawang Pitu, kini memiliki formasi mumpuni. Apalagi ada Asisi dan Arif, sebagai pasangan "Bassist & Drummer" ini, sangat menarik perhatian, karena enerji keduanya yang menonjol saat tampil live. Mereka penjaga pola rhytme dalam semua komposisi lagu Lawang Pitu. ACC dan Arief, bersama membangun groove di tengah ingar bingar suara distorsi, seperti dalam lagu Dagelan dan Pengkhianat.

Lawang Pitu, memiliki 7 keunggulan utama, selain formasi yang kuat, vokalis, gitaris muda, lagu dengan tema yang kuat, juga keunggulan dalam aransemen, yang terdengar berbeda, jika dibandingkan dengan karya-karya band rock dan metal lainnya di Tanah Air.

Semua notasi lagu dan lirik, diciptakan bersama, antara personel; Tommy, Sadtriyo, Arif dan Asisi. Kecuali lagu Takdir liriknya ditulis Trison dan lagu Ditikam Badai liriknya ditulis Sadtriyo. Dan lirik dan lagu Semangat Juang Pertiwi, ciptaan Trison, ACC, Jibonez, Sadtriyo dan Arief.

Akhirnya, melengkapi keseluruhan rekaman album Anugerah Harmoni yang berlangsung di Private Atudio Lawang Pitu, ACC Records (ACC Studio Galaxy), mesti diakui, 10 track lagu semuanya terdengar proporsional, sebagai sebuah karya musik "Rock to Metal" karena audio yang mendukung, dari hasil mixing-mastering oleh Bayu Randu, kecuali lagu 'Semangat Juang Pertiwi', dimixing dan mastering oleh Stephanus Santoso. (Aji)