Helo Indonesia

Digeber di Kali Pepe Land, Rock in Solo XX Diramaikan 20 Band Tanah Air dan Mancanegara

Selasa, 19 November 2024 14:28
    Bagikan  
Digeber di Kali Pepe Land, Rock in Solo XX Diramaikan 20 Band Tanah Air dan Mancanegara

Persiapan Rock in Solo XX disampaikan dalam acara konferensi pers

SOLO, HELOINDONESIA.COM - Festival musik ''Rock in Solo'' yang membetot perhatian kembali digeber. Tahun ini festival musik yang didedikasikan untuk para pencinta musik rock itu memasuki tahun ke-20 dan mengusung tajuk A Journey of Rock in Solo XX.

Rock in Solo XX akan digelar di Kali Pepe Land, Banaran, Gagaksipat Ngemplak, Colomadu, Boyolali pada Sabtu 14 Desember 2024 mendatang dengan dimeriahkan oleh 20 grup musik tanah air dan mancanegara.

Dewan Jenderal Rock in Solo, Stephanus Adjie menegaskan, Rock in Solo XX tahun ini merupakan momentum untuk merefleksi perjalanan panjang yang telah dilalui sejak pertama kali digelar pada 2004 lalu.

“Karena itu, tajuk yang kami usung ialah A Journey of Rock i Solo XX. Maksudnya ialah awal semangat dimulainya dahulu sekaligus ucapan terima kasih kami kepada masyarakat karena telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Rock in Solo,” kata Adjie saat konferensi pers di Taman Balekambang, Senin 18 November 2024.

Baca juga: KPU Sukses Gelar Debat Terakhir Pilkada Kendal

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa festival nantinya akan dilaksanakan selama satu hari dengan tiga panggung pertunjukan yang tersebar di tiga titik di Kali Pepe Land, yakni panggung Rajamala, XX, dan Sakjose.

Untuk dua panggung pertama itu nantinya akan diisi oleh grup band penampil A Journey of Rock in Solo XX dari mancanegara, seperti Wormrot dari Singapura, Dark Mirror of Tragedy dari Korea Selatan, serta beberapa grup penampil dari dalam negeri, seperti Koil, Down for Life, Kapital, Turtles Jr, Kenya, Hantam, Sprayer, Suabakar, Fornicaras, Senja dalam Prosa, Unity 23, Sisi Selatan, Numeron, Torment, Sunday Sad Story, Eden Adversary, dan Knog of Freedom.

Sementara itu, panggung Sakjose nantinya akan digunakan untuk penampilan beragam genre musik lainnya, seperti elektrik, hiphop, hingga noise dengan grup penampil seperti, MTAD (DJ Set), Rhyme Protect, Metzdub, Bengawan Noise Syndicate, serta Leisure.

“Dengan adanya tiga panggung yang mencerminkan kebudayaan sekitar dan band dengan beragam genre musik itu menunjukkan panjangnya perjalanan kami serta banyaknya pihak yang telah bersama-sama menghidupkan ekosistem musik di Solo dan Indonesia,'' bebernya.

Harga Tiket

Adjie juga menyampaikan terkait harga tiket Rock in Solo XX, ada beberapa jenis dengan harga yang berbeda-beda di antaranya, Early Bird Rp20.000, Early Entry Rp33.333, Pre Sale 1 Rp66.666, Pre Sale 2 Rp99.999, serta On The Spot Rp150.000.

“Pembelian tiket ini melalui online di Artatix mulai 17 November 2024. Khusus Early Bird sudah habis terjual sebelumnya,” kata dia.

Baca juga: Mahasiswa USM Implementasikan Project-Based Learning di Desa Mandiri Energi Tlahab Posong

Dalam festival Rock in Solo XX nanti juga akan disiapkan beberapa fasilitas lainnya yang memungkinkan para penonton melakukan kegiatan selain menonton festival, seperti Rockmarket yang merupakan pasar pernak-pernik musik dari berbagai toko band yang ada. Selain Rockcon sebuah panggung diskusi terbuka dari pelaku industri musik, dan Band Submission yang merupakan kesempatan terbuka bagi band-band lain yang ingin tampil di Rock in Solo XX.

“Ada juga nantinya Community Space dan Playgroun Anak, yang bisa dimanfaatkan oleh penonton atau pun pengunjung lainnya di Kali Pepe Land,” pungkasnya.


Dalam kesempatan yang sama hadir pula Sosiolog Urban Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Akhmad Ramdon. Ia menyampaikan bahwa dalam refleksi 20 tahun perjalanan Rock in Solo ini diketahui bahwa telah terjadi transformasi yang signifikan dari Rock in Solo itu sendiri. Yang mana, menurut dia, Rock in Solo telah mengubah dirinya menjadi entitas yang lebih besar daripada sebuah perkumpulan pecinta musik rock.

“Kita tahu pada awal digelarnya Rock in Solo di Stadion Manahan pada 2004 lalu itu sebatas sebagai euforia menyambut Piala Euro 2004. Di situ, pecinta sepak bola dan musik berhimpun menggelar perayaan,” kata Ramdon.

Baca juga: Menteri Agus Nonaktifkan Kalapas di Sumsel usai Petugas Ngaku Dimutasi Gegera Video Napi Pesta Sabu

Lebih lanjut, Ramdon mencatat setidaknya ada tiga fase yang dilalui Rock in Solo hingga saat ini, pertama di awal perjalanan pada 2004 tersebut. Kedua pada satu dekadenya Rock in Solo, yakni 2014 lalu yang mana menurut Ramdon adalah momen Rock in Solo memantapkan dirinya sebagai festival musik yang besar yang ada di Indonesia. Dan terakhir, ketiga ialah pasca pandemi Covid-19. (Aji)