HELOINDONESIA.COM - Anies Baswedan ikut memikul keranda jenazah M Taufik, tokoh politik yang terakhir menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. M Taufik meninggal Rabu malam setelah sekian lama mengidap sakit kanker paru-paru.
Soal Anies Rasyid Baswedan memikul keranda jenazah M Taufik tersebut terlihat dalam unggahannya di Twitter tiga jam yang lalu. ANies memberikan catatan cukup Panjang, seilas menceritakan kesetiakawanan M Taufik, dan juga kesaksiannya soal kebaikan hata almarhum.
Di bagian awal, Anies menggambarkan dirinya bersama sejumlah orang mengitari tempat M Taufik berbaring. Di ruangan itu tidak ada suara, hanya ada lantunan ayat-ayat Alquran, orang-orang mendoakan. Setelah itu, dokter memberikan kepastian, M Taufik meninggal dunia.
“Kami semua mengitari tempatnya berbaring. Kamar itu tak ada suara kecuali lantunan ayat-ayat Al-Quran; semua dalam posisi mendoakan. Tak lama kemudian, dokter yg memeriksa menengok ke kami semua dan menyatakan ia telah tiada. Kami semua mengucap Innalillahi wa inna ilaihi raji'un…,” tulis @aniesbaswedan.
“Allah telah panggil pulang. Abang kita, H. Mohamad Taufik pulang dalam keadaan husnul khatimah, Insya Allah…,” lanjut Anies Baswedan.
Anies melanjutkan, dengan menyatakan selama 7 tahun terakhir ini dirinya dan M Taufik bersama-sama terus. Dia menyebut M Taufik pria aktivis yang luar biasa.
“Pribadi aktivis yang luar biasa. Pertemanannya yang luar biasa luas, membantu siapa saja yang membutuhkan dan konsisten dalam perjuangan,” ungkapnya.
Anies Baswedan melanjutkan bahwa almarhum adalah salah satu yang paling konsisten dalam mengawal dan mendukung semua kegiatan di Jakarta.
“Pada saat sudah sakit sekalipun, semangatnya tidak pernah menurun apalagi memudar. Selalu semangat tinggi dan amat kuat. Almarhum teguh pada sikapnya walaupun harus menghadapi konsekuensi yang tidak sederhana,” tamdas Anies..
Setelah itu, Anies memberikan kesaksian bahwa M Taufik merupakan sosok orang baik. Anies lantas mendoakan untuk M Taufik.
“Kami semua menjadi saksi, almarhum adalah orang baik. Insya Allah akan ditinggikan derajatnya di sisi Allah, dilipatgandakan semua pahala kebaikannya dan diampuni semua khilaf dan salahnya,” ungkap dia. (*)
(Winoto Anung)
