Helo Indonesia

Presiden ASPIRASI Soroti Krisis Petani Indonesia

M Ridwan - Nasional
Rabu, 25 September 2024 14:49
    Bagikan  
Petani-
Ist

Petani- - Lahan yang sempit, cuaca yang tak menentu, sulitnya mendapatkan pupuk subsidi, hingga harga panen yang anjlok akibat tengkulak, menjadi beban berat bagi mereka.

HELOINDONESIA.COM - Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI), Mirah Sumirat, memperingati Hari Tani dengan sorotan tajam terhadap kesejahteraan petani yang semakin terpuruk. Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan kepada media, Selasa (24/9/24), Sumirat menyampaikan keprihatinannya atas semakin menipisnya kepemilikan lahan oleh petani, yang kini sebagian besar telah berubah fungsi menjadi perumahan, ruko, villa, hotel, pabrik, dan lapangan golf.

“Kehidupan sebagai petani tidak lagi memberikan harapan pasti. Banyak dari mereka yang terpaksa menjual tanah untuk memenuhi kebutuhan hidup, hanya untuk berakhir menjadi buruh di lahan yang dulu mereka miliki,” ungkap Sumirat.

Ia menambahkan bahwa banyak lahan pertanian kini terbengkalai, dimiliki oleh spekulan kaya yang menunggu kenaikan harga. Bagi petani yang masih memiliki lahan, kondisi tetap tidak ideal. Lahan yang sempit, cuaca yang tak menentu, sulitnya mendapatkan pupuk subsidi, hingga harga panen yang anjlok akibat tengkulak, menjadi beban berat bagi mereka.

"Banyak petani yang akhirnya membiarkan hasil panen mereka membusuk karena biaya transportasi yang tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh," tambahnya.

Generasi Muda Tinggalkan Desa

Sumirat juga menyesalkan semakin berkurangnya generasi muda yang berminat menjadi petani. Menurutnya, desa-desa kini kosong ditinggalkan oleh kaum mudanya yang merantau ke kota untuk mencari pekerjaan dengan keterampilan dan pendidikan seadanya. Kondisi di perkotaan pun kian rumit, dengan maraknya sistem kerja outsourcing, kontrak berkepanjangan, dan PHK yang menghantui para pekerja.

“Industrialisasi tidak berkembang dan PHK terjadi di semua sektor. Padahal, pertanian seharusnya menjadi sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja," ujarnya.

Ancaman Terhadap Kedaulatan Pangan

Mirah Sumirat memperingatkan bahwa masalah ketahanan pangan kini menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Harga beras yang terus merangkak naik tidak membawa perbaikan pada kesejahteraan petani. “Beras semakin mahal, tetapi kehidupan petani tetap miskin,” katanya.

Sumirat menegaskan bahwa ketergantungan pada impor pangan perlu dievaluasi ulang. “Indonesia adalah negara agraris dengan sumber daya alam yang melimpah. Namun, sayangnya, rakyatnya tidak dapat menikmati kekayaan tersebut. Jangan sampai kita menjadi seperti pepatah, ‘Bagaikan tikus mati di lumbung padi,’” pungkasnya.